Sosok Humoris di Mata Keluarga

Posted on

Meski jarang berkumpul dengan keluarga, sosok Anwar Sholeh ternyata begitu dekat di hati istri dan kedua anaknya. Profesinya sebagai hakim di Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Semarang sekaligus Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo, tak membuatnya lalai dengan kehangatan keluarga tercinta.

Selain di kedua lembaga itu, Anwar juga aktif sebagai pengasuh di Pondok Pesantren (Ponpes) Nirbitan Solo dan mengikuti beberapa aktivitas keagamaan lainnya. Bagaimana Anwar membagi waktu untuk keluarga? Mulyaningsih, sang istri, mengakui waktu untuk keluarga memang minim. Tapi dirinya bangga dengan aktivitas sang suami yang memang untuk kebaikan.

“Tugas kedinasan di Semarang memang menyita waktu karena enam hari kerja. Biasanya Bapak pulang ke Solo Jumat, dan berselang dua hari kemudian langsung berangkat lagi ke Semarang, begitu setiap harinya. Namun, ketika di tengah-tengah keluarga, Bapak sangat dekat sekali dengan saya dan anak-anak,” ungkap Mulyaningsih.

Menurutnya, meski sibuk Anwar adalah sosok kepala keluarga yang sangat humoris. Sifat itulah yang membuatnya merasa nyaman ketika bersama-sama dengan anggota keluarga yang lain. Dalam kondisi seperti apapun dan di mana pun semua bisa jadi bahan guyonan.

“Seperti saat belanja bareng keluarga di supermarket, Bapak sering membuat guyonan. Seperti bilang, jangan beli yang itu, cari yang murah-murah saja. Padahal waktu itu sedang banyak pengunjung juga,” kata Mulyaningsih menirukan suaminya.

Mulyaningsih yang berprofesi sebagai guru tidak mempersoalkan minimnya pertemuan antara dirinya dan suami. Menurutnya, kualitas pertemuan lebih penting daripada kuantitas atau intensitas. “Semua sudah terkondisikan dan sudah terbiasa,” katanya.

Sebagai pengobat kangen pada sosok Anwar, hampir setiap hari komunikasi via telepon terus dilakukan. Baik sekadar menanyakan kabar dan perkembangan pendidikan anak-anaknya.

“Saya hanya berpesan kepada Bapak agar tetap menjaga kesehatan. Sebab hanya dengan raga yang sehat semua tanggung jawabnya bisa terselesaikan dengan baik,” terangnya.

Seluruh Aktivitas Bagian Dari Perjuangan

Meskipun sibuk dengan seabrek urusan dunia, namun Anwar Sholeh tidak melupakan urusan akhirat yang kekal. Untuk kedua urusan itu, dia pikul berbarengan sehingga jangan sampai ada ketimpangan.

Perjalanan karier Anwar Sholeh memang dibekali dengan ilmu agama yang lumayan kuat. Bayangkan saja, selama menimba ilmu pendidikan di bangku SD hingga kuliah, dia tidak pernah kering dari kajian ilmu agama. Dengan semangat itulah, Anwar selalu memulai tiap pekerjaan dengan kaidah ilmu agama.

“Pekerjaan sebagai seorang hakim bukanlah profesi yang gampang. Itulah salah satu alasan kenapa tiap pekerjaan meski dilandasi dengan norma agama. Di samping kewajiban, keyakinan itu ibarat pagar yang membentengi diri dari perbuatan kurang baik,” ujar Anwar.

Apapun aktivitas yang dilakukan, menurutnya, adalah bagian dari perjuangan. Seperti pada profesinya sekarang yang memerlukan konsentrasi tinggi dalam memutuskan sebuah persoalan. Artinya, rasa keadilan dalam hal ini harus mampu berkesinambungan dengan rasa kemanusiaan.

Selalu berjuang tanpa putus asa, itulah kalimat yang berulang kali terlontar dari mulutnya. Dengan beragam alasan, Anwar mengatakan bahwa pekerjaan apapun itu harus benar-benar dilakukan dengan hati. Pasalnya, belum tentu apa yang keluar dari lisan itu sesuai dengan hati.
“Perjuangan ini belum berakhir, saya akan terus melanjutkan dakwah-dakwah islami dengan beragam cara. Entah itu dalam keorganisasian atau di luar organisasi,” tegasnya.

Berdakwah Adalah Prioritas Utama

Bisa menduduki jabatan sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo, tak pernah terpikirkan sebelumnya oleh Anwar Sholeh. Aktif di organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan sejak tahun 1985, Anwar mantap memilih Muhammadiyah sebagai lahan untuk berdakwah.
Berdakwah memang bukan hal baru bagi Anwar. Sebelum terdaftar menjadi anggota Muhammadiyah, sejak lulus SMA tahun 1976, bapak dua putra ini sudah aktif menyebarkan ajaran Islam atau berdakwah.

Pendidikan agama yang sedikit demi sedikit dia peroleh kala itu, kemudian diajarkan pada masyarakat. Putra dari Kiai Abdul Somad, pengasuh Pondok Pesantren Nirbitan Solo mengaku, berdakwah selain untuk mencerdaskan umat juga untuk kemajuan Islam sendiri.

“Jabatan baru sebagai Ketua PDM ini saya anggap sebagai hasil partisipasi perjuangan dakwah Islam sekaligus amanah yang mesti diemban demi kelangsungan hidup umat Islam yang lebih baik,” kata Anwar, belum lama ini.
Dia mengatakan, keseriusan dan keikhlasan adalah kunci utama dalam menjalani semua kewajiban yang diembannya. Alhasil, tahap demi tahap kariernya meroket hingga kini menjabat sebagai Ketua PDM wilayah Solo. “Saya mulai berkarier dari nol, menjadi anggota, kemudian pernah menjadi wakil sekretaris, wakil ketua hingga kini menjadi ketua,” ungkap Anwar.
Anwar yang baru dilantik sebagai Ketua PDM Muhammadiyah Solo di Gedung Batari pada Selasa (15/3) malam menyebutkan, bahwa tugasnya kini benar-benar berpengaruh bagi masyarakat luas. Sehingga segala tindakan dan keputusan yang bakal diambilnya kelak harus sesuai dengan kenyataan di lapangan demi melindungi kepentingan publik.

“Gereget saya untuk terus berdakwah semakin besar setelah mengemban jabatan ini. Selain itu tanggung jawab sebagai ketua ini saya dedikasikan untuk urusan pendidikan, kesehatan, kaderisasi, serta pelayanan sosial kepada warga Solo khususnya,” ungkap anggota panitera atau sekretaris Pengadilan Agama Solo ini.

Selain itu, sebagai orang nomor satu Muhammadiyah di Solo, Anwar bakal bersikukuh untuk menyampaikan pesan-pesan moral organisasinya. Secara khusus PDM Solo akan lebih fokus pada peran dan tanggung jawab ke masyarakat melalui peningkatan kualitas dan pengembangan amal usaha pendidikan dan kesehatan.

“Pada periode 2010-2015 yang akan datang, kami akan lebih mengoptimalkan peran Muhammadiyah di tengah-tengah masyarakat. Salah satu caranya dengan melakukan dakwah Islam yang berkelanjutan dengan program-program yang telah ditentukan,” pria yang lahir di Solo, 19 Maret 1955.

Cita-cita Anwar tersebut juga terangkum rapi di visi dan misi kepengurusannya dalam lima tahun mendatang. Ditegaskannya, masalah-masalah umat seperti kesehatan, pendidikan, dan sosial menjadi sorotan penting untuk segera ditindaklanjuti.

Bonus Wibowo Bramhartyo

Jalani Pilihan dengan Penuh Semangat

Kepenatan dan rasa bosan dalam menjalani rutinitas pekerjaan wajar dialami setiap orang. Namun rasa menjengkelkan itu jangan sampai membawa efek buruk terutama terkait dengan profesionalitas.
Diakui Agus Sunarto, saat dirinya bekerja di perusahaan perhotelan tekanan yang diberikan perusahaan berbeda dibandingkan dengan rekan-rekannya. Semakin tinggi jabatan yang diemban semakin tinggi pula tanggung jawab yang dipikul dan tekanannya juga semakin besar.
“Bekerja di bawah pressure memang membuat kita tak nyaman. Kontribusi pada perusahaan nol dan kita tidak berkembang. Untuk itu segeralah eksekusi apakah pengin bertahan atau segera pindah kerja. Jika pingin bertahan maka solusinya diskusikan persoalan itu dengan orang yang bisa dipercaya,” kata Agus.
Dari pengalamannya saat bekerja, tekanan demi tekanan pernah ia rasakan. Namun, semua itu dijalaninya dengan penuh semangat karena sudah menjadi pilihan. Sebab sejak awal, Agus mengaku sudah senang alias hobi dengan pekerjaan yang ditekuninya sehingga dijalani dengan mudah.
“Saya tak mengartikan semua pekerjaan harus sesuai dengan hobi. Namun, benang merah yang bisa diambil di sini yakni bidang pekerjaan yang dilakoni sebaiknya adalah bagian dari kegemaran kita. Terlebih jika itu hobi kita sendiri,” terangnya.

Bonus Wibowo Bramhartyo
Sumber: http://www.Harianjoglosemar.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s