Kenalkan Tari Jawa hingga Eropa

Posted on

Minggu, 15/05/2011 09:00 WIB – Sri Ningsih
Selain pandai berakting di depan layar kaca, Murti Sari Dewi juga jago menari. Dunia tari memang bukan hal baru bagi anak keenam dari tujuh bersaudara ini. Sejak duduk di bangku SD ia sudah menekuni tari, baik tari klasik maupun modern. Bahkan untuk mendukung kecintaannya pada tari, ia juga belajar tari di beberapa sanggar di Solo.
“Dari kecil ibu sudah mengarahkan semua anaknya untuk belajar kesenian. Semua tari saya pelajari mulai dari tari asal Jawa Tengah, Jawa Timur, Jaipong, dan lainnya,” ungkap Murti.
Sebenarnya saat masih kanak-kanak Murti bercita-cita menjadi dokter. Tapi dengan berbagai alasan mimpinya itu tidak pernah terwujud sampai sekarang. “Jalan hidup saya mungkin sudah digariskan untuk menghidupkan kesenian yang menjadi budaya adiluhung bangsa Indonesia,” katanya.
Bahkan sejumlah negara di benua Eropa dan Asia pernah Murti sambangi hanya untuk memasyarakatkan kesenian khususnya tari Jawa. Lawatannya itu ia sebut sebagai misi budaya karena membawa nama besar bangsa Indonesia. “Di beberapa negara saya sering menarikan tari tersulit yaitu Tari Bambangan Cakil, dan terakhir saya pentas di Thailand,” ujarnya.
Untuk mendukung kariernya di dunia tari, ibu satu anak ini juga bergabung dengan beberapa organisasi kesenian seperti Yayasan Kesenian Indonesia, Keraton Alam Budaya, Suryo Sumirat Mangkunegaran, Maridi Budaya, Sarana Duta Perdamaian Indonesia (Sadupi), dan Himpunan Seni Budaya Indonesia.
“Saya senang berkarier di dunia seni dan budaya. Misi memperkenalkan seni dan budaya ke luar negeri adalah salah satu kegiatan agar kesenian Indonesia tetap ada,” jelas Murti.
Kebanggaan juga muncul pada diri Murti mana kala mampu membawakan tari dengan baik di negeri orang. Sebab di luar negeri kebudayaan Indonesia benar-benar dihargai. “Ini juga sebagai upaya pengenalan budaya kita, sehingga kelak tidak diklaim oleh negara lain,” jelasnya.
Fokus Jaga Buah Hati
Minggu, 15/05/2011 09:00 WIB – Sri Ningsih
Hati pasangan Murti Sari Dewi dengan suaminya Didik Riyanto sedang berbunga-bunga. Sebab pada Senin 9 Mei 2011 kemarin, keduanya dikaruniai seorang anak laki-laki buah pernikahan mereka. Bayi mungil yang belum memiliki nama itu lahir secara normal di RS PKU Muhammadiyah Solo dengan berat 2,9 kg dan panjang 49 cm.
“Syukurlah, istri saya melahirkan dengan normal, padahal banyak yang menyarankan untuk melakukan caesar. Saat itu saya memang menyemangatinya agar mau melahirkan secara normal,” kata Didik, suami Murti.
Murti sendiri saat mengandung anak pertamanya tidak merasakan ngidam atau mual-mual layaknya orang yang sedang hamil. Bahkan ia masih melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan menghadiri sejumlah undangan di luar kota dengan didampingi suaminya. “Semua prediksi dokter saya sejak hamil hingga melahirkan tepat,” tambah Murti, yang duduk berdampingan dengan suaminya.
Usai melahirkan, Murti belum mau beraktivitas penuh terutama di dunia kesenian. Ia ingin fokus pada buah hatinya dengan memberikan ASI eksklusif. “Mungkin Juli nanti saya baru mulai beraktivitas karena banyak pekerjaan yang tertunda. Untuk bulan-bulan ini pingin fokus menjaga anak saya,” ujar Murti.
Didik sendiri memberikan izin istrinya untuk tetap beraktivitas seperti biasa meski disibukkan mengurus si buah hati. ”Saya tidak akan mengekang, kalau istri saya nanti mau beraktivitas lagi seperti biasa tentunya saya izinkan,” tambah Didik.
Lasmini Ingin Bertarung Lagi
Minggu, 15/05/2011 09:00 WIB – Sri Ningsih
Bagi pencinta film laga era 1990-an tentu tidak asing dengan tokoh Lasmini di film Saur Sepuh yang sempat tenar di layar lebar. Sosoknya begitu mudah dikenali karena selain cantik juga peran antagonisnya begitu memikat dengan bersenjata pedang di punggungnya.
Lasmini atau bernama asli Murti Sari Dewi memang cukup kenyang membintangi film laga. Sejumlah film tenar juga pernah ia bintangi, sebut saja Tutur Tinular, Angling Darma, Misteri Gunung Merapi, Di Atas Langit Ada Langit, dan Dewi Angin-angin. Tapi beberapa tahun belakangan perempuan kelahiran 11 Desember 1973 nyaris sudah meninggalkan dunia keartisan. Ke mana Murti selama ini?
“Sebelum menikah, terakhir saya main sinetron di Indosiar berjudul Nyi Partiwi. Dia adalah sosok pendekar yang mampu mengalahkan Mak Lampir. Pada saat itu tahun 2005, kemudian saya putuskan istirahat dari dunia perfilman,” ujar Murti di kediamannya Jalan Samudra Pasai 15 Kadipiro, Banjarsari, Solo, pekan kemarin.
Murti sendiri menikah pada 10 Desember 2009 yang dipersunting oleh lelaki pujaannya Didik Riyanto. Kini mereka berdua telah dikaruniai seorang anak laki-laki pada 9 Mei 2011 kemarin.
Bercerita soal peran di film laga, Murti mengaku sangat menantang karena mengharuskan dirinya menguasai ilmu bela diri. Beberapa cabang bela diri pernah ia pelajari seperti silat, wushu, dan taekwondo. “Peran seorang pendekar zaman dulu juga diharuskan memiliki keahlian dalam berkuda,” ungkapnya.
Pernah saat shooting film dengan adegan berkuda, Murti terjatuh dan terseret hingga puluhan meter. Bahkan dadanya pernah terbakar saat “beradu kesaktian” dengan Mak Lampir. “Pengalaman buruk itu tidak membuat saya jera,” ujarnya sambil menggendong anak semata wayangnya.
Usut punya usut, awal mula Murti terjun ke dunia film karena adanya tawaran mengikuti casting oleh seorang produser saat masih berseragam SMP. Hobi olahraga bela diri yang ditekuninya mengantarkan Murti menjadi pemeran Lasmini dengan menyisihkan 11.000 orang pesaingnya. “Setelah memerankan Lasmini di Saur Sepuh itulah kemudian saya kebanjiran kontrak untuk membintangi sejumlah film laga,” katanya.
Di sejumlah film laga yang dibintangi, Murti jarang sekali menggunakan peran pengganti. Bahkan sampai akting terbang menggunakan tali, ia sendiri yang memerankan. “Naik kuda saya sendiri yang memainkan, bertarung dengan musuh pakai tali seolah terbang juga tidak pakai peran pengganti,” jelasnya bangga.
Untuk saat ini, Murti mengaku belum mau kembali ke layar lebar yang sudah membesarkan namanya. Konsentrasi untuk keluarga dan menjadi aktivis kebudayaan adalah rutinitasnya sehari-hari. “Semua cuma soal waktu, jika ada kesempatan (main film) akan saya pertimbangkan. Tapi saat ini saya sudah berkeluarga dan punya anak,” tutup Murti.
Sri Ningsih
Sumber :http//www.harianjoglosemar.com

Iklan

3 thoughts on “Kenalkan Tari Jawa hingga Eropa

    pyrotigero said:
    Juli 21, 2013 pukul 3:55 am

    Mbak Murti Sari Dewi saya ketahui dari film Saur Sepuh yg tayang di bioskop tiap menjelang Iedul Fitri. Dan pasti di poster dan baligho film ini yg jaman 90an sering dipajang di perempatan jalan atau tepi jalan antar kota. Sosok Lasmini yang jelita, molek, dan jago silat walaupun antagonis namun memberikan warna bagi film Saur Sepuh.
    Ternyata Mbak Murti pandai bela diri dan menari, tentu sangat menarik. Artis jaman sekarang hanya mengandalkan wajah saja, namun sedikit yg memiliki kepandaian seperti Mbak Murti, yg bukan hanya rupawan,namun terlebih lagi pandai bela diri dan menari tarian daerah. Salut deh bwt Mbak Murti.

    sapri said:
    Agustus 13, 2013 pukul 12:26 pm

    Saya sk lasmini,keren,,

    czv said:
    September 18, 2015 pukul 7:43 am

    jadi inget jaman masih spm hehehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s