Yuni Bukan Politisi Karbitan

Posted on

Melihat perjalanan karier perempuan kelahiran Sragen, 35 tahun silam ini memang terkesan lebih banyak dibumbui faktor keberuntungan. Posisi Bupati yang diemban sang ayah dianggap menjadi dewa penolong yang memudahkan dirinya meraih posisi dan obsesi apa pun di Bumi Sukowati. Termasuk kursi pucuk pimpinan di DPRD Sragen yang saat ini dijabatnya.
Kendati demikian, Yuni tetap enggan disebut politikus karbitan yang meraih kemenangan dengan bantuan kemudahan. Ia mengaku posisi yang diperolehnya adalah buah kerja kerasnya untuk meraih simpati dari rakyat semasa kampanye Pileg 2009 lalu. ”Saya benar-benar turun ke bawah. Datang dari satu pintu ke pintu untuk mengenalkan diri dan meminta dukungan masyarakat. Jadi tidak semudah yang dibayangkan,” ujarnya.
Meski kini sukses duduk di kursi Ketua DPRD, Yuni mengaku tidak akan melupakan dukungan dari masyarakat bawah. Sebab, berkat dukungan besar dari masyarakat itulah dia sukses meraih apa yang kini didapatnya. Atas dasar inilah, sejak menjadi anggota dewan, ia tak lupa menyempatkan diri untuk berkunjung ke daerah baik dalam rangka dinas maupun silaturahmi.
”Rasanya tidak ada yang lebih membahagiakan kecuali datang ke bawah dan disambut hangat oleh warga. Jadi alangkah berdosanya kalau saya sampai melupakan rakyat yang sudah memberi dukungan hingga saya bisa menjadi seperti ini. Saya juga tidak ingin dicap seperti kacang lupa kulitnya,” akunya.
Namun soal gaya  kepemimpinan yang diterapkan selama menkhodai DPRD, Yuni blak-blakan mengaku sedikit banyak diilhami dari sang ayah. Dari ayahnyalah, ia mengaku banyak mendapat ilmu bagaimana menjadi sebuah pemimpin teladan yang disegani dan dicintai bawahan.
”Terutama dalam hal mengatasi manajemen konflik. Bapak selalu bilang, kalau ingin menjadi orang besar harus banyak menjalin pertemanan dan menghindari permusuhan. Rangkul musuhmu kalau perlu jadikan dia teman,” tuturnya. (Wardoyo)

Dari Dunia Medis Sukses ke Parlemen
Cantik, muda dan sukses ke menduduki kursi parlemen. Begitu gambaran sekilas seorang Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Namun siapa sangka, sebelum menduduki kursi di parlemen Kabupaten Sragen sebagai Ketua DPRD saat ini, dia sukses mengurus dunia medis.
Bahkan, sebelum menjabat sebagai wakil rakyat di Kabupaten Sragen, nama Yuni, panggilan akrabnya, tak pernah terdengar. Maklum, namanya tenggelam di balik bayang-bayang nama besar ayahnya, Untung Wiyono, Bupati Sragen.
Munculnya Yuni dalam panggung politik Sragen, juga kian melengkapi kesuksesan keluarga Untung Wiyono. Bagaimana tidak, di satu sisi sang ayah sebagai Bupati, sedangkan putri sulungnya, sebagai Ketua DPRD Sragen.
Karena tenggelam di balik nama besar sang ayah, Yuni terus mencoba membuktikan kinerja politiknya, hingga akhirnya dia kini menjadi sosok penting sebagai salah satu pihak penentu kebijakan di Kabupaten Sragen.
Ya, nama Yuni memang baru mencuat di bumi Sukowati sekitar akhir 2008. Saat itu, namanya muncul sebagai salah satu calon anggota legislatif dari PDIP setelah hampir sembilan tahun sebelumnya banyak berkutat mengurusi manajemen RS Amal Sehat.
Usai merampungkan studi kedokterannya di Universitas Yarsi Jakarta tahun 2000, ibu muda tiga putra ini mengaku memang lebih banyak menghabiskan waktu untuk bergelut dengan jabatan direktur sebagaimana yang diamanahkan keluarganya.
Haluan hidupnya mulai berubah setelah mendapat doktrin dari ayahnya yang menginginkannya terjun ke dunia politik. Dalam setiap diskusi keluarga, sang Bupati Sragen itu, selalu memotivasinya agar Yuni lebih banyak mengabdikan diri pada masyarakat melalui sebuah jabatan strategis.
”Bapak selalu bilang, hidup ini hanya sekali. Akan lebih berharga seandainya hidup kamu dihiasi dengan mengabdi untuk banyak orang,” ujarnya menirukan nasihat ayahnya. ”Menjadi dokter dan punya rumah sakit saya rasa itu sudah cukup. Tapi, apa tidak ada niat lain untuk bisa mengabdi ke masyarakat lebih luas lagi,” imbuhnya.
Dari nasihat itulah, Yuni, memutuskan untuk terjun ke dunia politik melalui jalur legislatif pada pentas Pemilu 2009 lalu. Obsesinya untuk mengabdi kepada masyarakat, akhirnya terwujud setelah dia terpilih menjadi anggota legislatif dari Daerah Pemilihan IV Sragen yang meliputi Sumberlawang, Miri, dan Tanon.
Lesatan karier politiknya terus berlanjut. Tak hanya duduk di jajaran legislatif, perolehan suara fantastisnya yang mencapai 19.000 lebih atau hampir dua kali bilangan pembagi pemilih (BPP) akhirnya mengantarkan Yuni sukses menggenggam jabatan tertinggi sebagai Ketua DPRD  periode 2009-2014.
Namun, ibarat pepatah, tak ada gading yang tak retak. Tampilnya Yuni di jajaran legislatif apalagi di posisi ketua DPRD memang mengundang sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat. Dukungan dan hujatan pun silih berganti mengiringi langkahnya menuju tampuk pimpinan tertinggi legislatif.
Profesional
Ikatan darah dengan penguasa Sragen yang mengalir di tubuhnya dianggap bakal mematikan peran dan fungsi kontrol legislatif. Meski sempat menggoyahkan pemikirannya, namun kritikan dan kecaman itu, dijawabnya dengan totalitas dan profesionalitasnya dalam bekerja. Jiwa kepemimpinan dan kharisma yang dimilikinya terbukti banyak memudahkan rekan-rekan DPRD dalam menjalankan tugas dan perannya.
”Memang dalam ikatan keluarga, saya adalah anak Bupati Sragen. Tapi dalam hubungan kerja saya tetap mengedepankan profesionalitas. Apalagi kepemimpinan DPRD itu kolektif kolegial,” tegasnya.
”Artinya segala kebijakan tidak hanya tergantung dari pimpinan saja, tapi representasi dari suara 45 anggota. Jadi meskipun saya ngotot untuk sebuah keputusan kalau tidak didukung anggota yang lain kan tidak bisa jadi putusan,” lanjutnya.
Di akhir cerita, Yuni mengaku kian mantap untuk terus menekuni dunia politik. Bahkan setelah sukses meraih kursi Ketua DPRD, kini ia bersiap melanjutkan suksesi menjadi Ketua DPC PDIP Sragen yang dua periode sebelumnya dijabat ayahnya. Ia pun juga sudah bersiap untuk melanjutkan misi yang lebih besar yakni meneruskan tongkat estafet kepemimpinan ayahnya yang akan meletakkan jabatan sebagai Bupati Sragen 2011 mendatang. (Wardoyo)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s