Untung Wiyono Pengagum Clinton dan Bung Karno

Posted on

Jika ditanya siapa sosok yang paling berjasa dibalik kesuksesannya, Untung bakal menyebut kakek neneknya (Karyosono dan Soijoyo) di tempat pertama. Barulah kedua orangtuanya, guru serta rekan dekatnya mengisi daftar berikutnya.
“Mereka terutama kakek nenek dan orangtua sayalah yang mendidik saya dengan keras sehingga menjadi pribadi yang kuat, disiplin dan pekerja keras,”paparnya.
Ya diakuinya, peran besar kakek nenek dan kedua orangtuanya dalam menanamkan prinsip-prinsip kehidupan sedikit banyak telah membentuk karakter pribadinya sebagai sosok yang kuat, disiplin dan bertanggung jawab.
Dari merekalah ia banyak diajarkan bagaimana pentingnya sebuah kemandirian. Karakter inilah yang mengantarnya meraih kesuksesan meski hanya berangkat dari kondisi yang serba keterbatasan.
Namun bicara gaya kepemimpinan, Untung terang-terangan mengaku mengadopsi gaya kepemimpinan dari Bill Clinton dan tokoh nasionalis Bung Karno. Konsep-konsep pemikiran visioner dari Clinton dinilai sejalan dengan visinya.  Semua itu diperoleh lewat kegemarannya membaca cerita sukses Clinton yang dilakukannya di waktu senggang.
“Bangsa yang besar memang harus memiliki pemimpin yang berpandangan selangkah lebih maju,”ujarnya.
Selain Clinton, ia juga mengagumi sosok Bung Karno. Selain jiwa nasionalisme yang kuat, dalam persepsinya, tokoh proklamator ini dinilai banyak memberikan pelajaran bagaimana menjadikan bangsa ini disegani di mata dunia.
Perpaduan karakter kuat dari dua pemimpin besar dunia itu memberikan inspirasi baginya dalam menjalankan roda pemerintahan di Sragen. Tak heran, sosok Untung cukup disegani tidak hanya di kalangan lokal namun juga nasional. (yok)

Tangan Dinginnya Ubah Image Sragen
Tak berlebihan jika menilik gagasan dan konsep pemikiran yang sudah ditelorkan Untung Wiyono Sarono Sukarno selama mengemban jabatan sebagai Bupati Sragen. Apalagi jika melihat sederet prestasi dan keberhasilan yang diraih oleh Sragen.
Ya sedikit berefleksi, 10 tahun lalu Kabupaten Sragen mungkin lebih identik dengan image daerah minus, tandus dan sarat keterbelakangan. Namun, Untung telah membuktikan bahwa komitmen dan kerja keras mampu mengubah wajah Sragen yang gersang menjadi daerah dengan segudang keberhasilan.
Tidak hanya melepaskan diri dari predikat kabupaten tertinggal, Untung juga telah membawa Sragen menjadi barometer bagi daerah lain bahkan hingga tingkat nasional. Tercatat ada 16 dari 25 kebijakan Sragen yang resmi diadopsi di tingkat nasional.
Diawali dengan sistem pelayanan perizinan satu pintu (one stop service) satu persatu kebijakan Sragen mulai dijadikan pedoman untuk dikembangkan oleh pusat. Di antaranya sistem pemerintahan berbasis elektronik, perekrutan pegawai negeri sipil berbasis kompetensi, pertanian sistem organik, sistem informasi manajemen kependudukan, resi gudang, desa siaga sehat, pembiayaan mikro, hingga pewirausahaan PNS.
Tangan dingin dan kerja kerasnya juga telah melahirkan banyak penghargaan. Sejak menjabat Bupati pada tahun 2001 lalu, hingga kini sudah ada 44 penghargaan untuk Kabupaten Sragen. Termasuk enam kali penghargaan Adipura secara berturut-turut serta yang terakhir penghargaan sebagai Kabupaten Sehat yang diterima 10 November 2009 lalu.
Torehan prestasi dan keberhasilan itu menjadi bukti kematangan konsep kepemimpinan yang ia terapkan. Ya, di tangan Untung, kebijakan pembangunan difokuskan tidak hanya sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan namun juga pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Untung percaya, dengan SDM yang berkualitas, pemberdayaan potensi daerah akan lebih optimal.
Secara bertahap seluruh instansi dan desa pun dilengkapi dengan sarana komputer lengkap dengan jaringan online. Dengan perangkat tersebut akses pelayanan publik seperti pengurusan perizinan, surat-surat identitas hingga sertifikasi tanah menjadi lebih mudah, cepat dan transparan.
Kini masyarakat tak lagi menunggu berbulan-bulan, tak perlu bolak-balik mengurus ke kantor tapi cukup melihat di website atau mengakses melalui jaringan komputer yang tersedia di setiap desa.
Gebrakan terakhir dilakukannya dengan membangun kompleks pelatihan terpadu berbasis teknologi yang diberi label Technopark Ganesha Sukowati. Didukung peralatan canggih dan instruktur andal di bidangnya, pusat teknologi yang diresmikan Presiden SBY Mei 2009 silam itu diharapkan menjadi sarana untuk menimba ilmu keterampilan bagi lulusan sekolah menengah dan generasi muda yang ada.
Terlalu panjang memang, untuk membahas apa saja yang telah dicapai oleh Putra Ndayu kelahiran 16 Oktober 59 tahun silam itu. Namun, dari uraian di atas setidaknya ada poin penting yang bisa dipetik. Bahwa, sebagai pemimpin, Untung telah memberi pelajaran bagaimana mengubah kesulitan menjadi sebuah kesuksesan.
Sosok Fenomenal
Terlepas dari nama besar dan cerita keberhasilannya, sosok Untung memang menghadirkan fenomena tersendiri dalam sejarah pemerintahan Sragen. Apalagi jika dikaitkan dengan riwayat masa kecil dan kisah perjuangannya sebelum menjadi bupati.
Untung kecil ternyata dilahirkan bukan dari kalangan ningrat tapi lahir dari kalangan kebanyakan. Ayahnya Sukarno, hanya seorang pensiunan PNS sedang ibunya, Waginem, hanya berprofesi pedagang kecil-kecilan. Untung dibesarkan di tengah kondisi serba keterbatasan di dukuh kecil di Ndayu, Jurangjero, Karangmalang, Sragen.
Namun ia bukanlah tipikal yang mudah pasrah dengan keadaan. Latarbelakang kehidupannya itu justru melecut semangatnya untuk mengubah keadaan.
Bermodalkan tekad, Untung mencoba mengubah nasib dengan hijrah ke Ibukota Jakarta ketika masih berusia 20 tahun.
Menapaki usaha dari nol, Untung akhirnya sukses meraih jabatan tertinggi sebagai presiden direktur di perusahaan oli dan gas milik perusahaan asing sepuluh tahun kemudian. “Pengalaman dan tanggung jawab yang membuat saya selalu dipercaya,”ujarnya.
Selama 19 tahun bekerja di perusahaan asing telah menyulap Putra Ndayu ini menjadi miliarder. Namun hal ini tak serta merta membuatnya berpuas diri. “Bagi saya kebahagiaan hidup tidak cukup hanya dengan harta tapi juga bisa berguna bagi orang lain,”bebernya.
Selama menjadi bupati, Untung juga dikenal dekat dengan rakyat dan pandai bersosialisasi. Selain rajin menyambangi rakyat, ia juga kerap memanfaatkan kelebihan mendalangnya untuk menyosialisasikan program pembangunan, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Untung juga dikenal sebagai sosok yang tegas, serius dan disiplin dalam segala hal. Kepada masyarakat dan bawahannya, ia selalu menekankan pentingnya sebuah komitmen dan tanggung jawab terhadap sebuah kepercayaan.
“Kalau orang sudah dipercaya apa pun pasti akan dilakukan dan diberikan. Satu hal lagi, kalau ingin maju harus punya pandangan ke depan. One step ahead,”tuturnya bijak. (Wardoyo)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s