Rahayu Supanggah Seniman Karawitan pun Bisa Keliling Dunia

Posted on

Ada pepatah yang mengatakan, kenangan terindah adalah masa-masa di SMA (Sekolah Menengah Atas). Tak jauh beda, bagi budayawan Rahayu Supanggah, masa-masa terindahnya juga dia alami di bangku SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Bagaimana tidak? saat menginjak bangku SMK, Panggah mulai berkelana ke berbagai mancanegara seperti Jepang, Korea, dan China.
Modal untuk merambah berbagai mancanegara itu, hanya satu yakni bakat seni yang dimilikinya. Menggeluti bidang seni, sebenarnya bukan pilihan hidupnya. ”Saya tidak ingin menjadi seorang seniman, karena ketika saya melihat orangtua saya yang menjadi seniman hidupnya miskin,” kenang Rahayu Supanggah saat ditemui Joglosemar di kediamannya, Kamis (10/12) pekan lalu.
Panggah pun, memimpikan bisa mengenyam bangku SMA. Sayang, impian itu pupus, karena kondisi keluarganya yang miskin tidak memungkinkannya. Kekecewaan terus membayanginya kala itu. ”Lalu saya masuk SMK, waktu itu saya kepepet banget. Karena secara intelektual saya mampu masuk SMA. Berhubung dari segi keuangan tidak ada, maka saya harus masuk SMK,” tutur Panggah.
Kepasrahannya, dilampiaskan dengan belajar seni. Lambat laun, insting seni mulai tertanam dalam jiwanya. Hal itulah yang mulai mengantarnya ke gerbang kesuksesan meski baru menginjak bangku SMK kelas 1.
Di SMK yang bukan sekolah impiannya, Panggah sukses  terpilih menjadi peserta pembawa misi kesenian ke Jepang, Korea, dan China yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Soekarno kala itu.
Perubahan itulah yang merovolusi paradigmanya tentang seni. Seni yang sebelumnya dia anggap sebagai biang kesusahan, terbalik menjadi biang kesuksesan hidupnya. Sejak perubahan ada dalam hidupnya, Panggah mulai gencar menekuni bidang seninya, yaitu seni karawitan.
”Mulai dari keikutansertaan saya dalam misi kesenian tersebut, membuat saya mulai serius untuk tergabung dalam seni. Lalu saya berpikir, ternyata menjadi seorang seniman itu juga dapat hidup,”  kata Ketua STSI Surakarta periode 1998-2003 itu.
Reputasi Internasional
Pilihan hidupnya untuk menekuni bidang seni, telah membuahkan hasil. Karier Panggah mulai terukir di ranah seniman baik lokal maupun nasional. Berbagai peran seniman dilakoni, di antaranya aktif sebagai pengrawit, komposer, direktur musikal, pimpinan grup, penulis buku, dan artikel tentang kesenian dan kebudayaan, serta aktif mengadakan penelitian dan menjadi pembicara di berbagai pertemuan kesenian.
Yang menakjubkan, kariernya melesat setelah tercatat sebagai anggota maupun ketua dewan artistik pada beberapa festival seni, baik di dalam maupun di luar negeri.
Dunia seni, bagi Panggah merupakan ranah sosialita yang menakjubkan. Di setiap karya seninya, dia kerap melibatkan sejumlah seniman kelas dunia, seperti Warner Kaegi, Peter Brook, Robert Wilson, Sergio Leone, Rhoda Grauer, Alec Roth, Neill Sorrel, dan masih banyak lagi.
Dunia seni, juga dia buktikan bukan hanya sebatas karier idealitas semu. Namun Panggah membuktikan seni juga bisa menjadi ukuran kesuksesan karier di dunia formal. Dia mencontohkan, berkat bakat seninya, Panggah sukses menjabat sebagai Ketua Jurusan Karawitan di ISI  Surakarta dan memangku jabatan ini selama 10 tahun.” Ya, mungkin karena saya memiliki keahlian, khususnya di bidang karawitan,” ujarnya.
Bahkan karier formal yang menjadi puncak di kampus STSI sebagai Ketua STSI Surakarta (sekarang ISI Surakarta) pada tahun 1998-2003. ”Itu berkat kepercayaan yang diberikan oleh semua masyarakat ISI,” ujarnya.
Hingga saat ini, Panggah masih eksis sebagai salah satu musisi, khususnya komponis Indonesia yang memiliki reputasi internasional. Panggah juga dinilai sebagai salah satu pelopor musik kontemporer Indonesia. Bahkan besutan karya musiknya seringkali masuk dalam nominasi Festival Film Indonesia (FFI) sebagai komponis soundtrack film. (Dwi Hastuti)

Hewan dan Tanaman Jadi Melodi Hidup
Hewan peliharaan dan aneka tanaman hias menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan sosok budayawan Rahayu Supanggah. Baginya kedua pengisi hidupnya itu ibarat melodi yang menyuguhkan nada-nada kehidupan di sekelilingnya.
Kegemaran terhadap hewan peliharaan dan tanaman hias terlihat di sekitar rumah suami Sundari ini. Jangan heran, jika Anda berkunjung ke kediaman mantan orang nomor satu STSI Surakarta (sekarang ISI Surakarta) akan menjumpai beragam tanaman hias serta hewan peliharaan. ”Pokoknya rasanya akan lain kalau mengganggap hewan dan tanaman itu adalah teman kita. Kalau kita itu mampu berteman dengan hewan dan tanaman, maka mereka pun juga dapat berteman dengan kita,” tutur Panggah saat ditemui Joglosemar di kediamannya Kamis (10/12) pekan lalu.
Baginya, tanaman dan hewan yang merupakan bagian dari alam menjadi pembuktian bahwa seorang seniman mampu berbaur dengan siapapun dan apa pun. ”Kalau masalah membaur, saya usahakan semaksimal mungkin dapat membaur dengan lingkungan. Baik itu lingkungan kerja maupun lingkungan tempat tinggal,” imbuh komponis yang kerap berkolaborasi dengan berbagai seniman internasional itu.
Dia menunjukkan berbagai binatang yang dipeliharanya telah menjadi bagian dari hidupnya. Di antaranya, burung merak, kucing, anjing, ikan, dan jenis hewan lainnya. ”Saya sudah merawatnya lama, maka ya ibaratnya emosional kita sudah menyatu,” ujarnya.
Di sisi lain, beragam tumbuhan dari tanaman hias hingga tanaman rimbun sengaja dia hadirkan sedekat mungkin dengan kehidupannya. Tak heran, jika beragam tanaman hias memadati seisi halaman rumahnya. Bahkan pagar rumahnya pun juga terbuat dari tanaman. ”Supaya tidak terasa panas, maka saya padati rumah dengan tanaman,” tuturnya.
Alasan lain kenapa Panggah memilih menghabiskan waktu senggangnya dengan merawat tumbuhan dan hewan peliharaan, karena keduanya mampu menjadi hiburan di kala senggang. ”Hati ini akan merasa tenang dan nyaman dengan melihat tanaman yang hijau serta hewan peliharaan yang lincah,” kata bapak dari Bontos, Gandang dan Wirid tersebut. (dui)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s