Much Syamsulhadi, Antarkan UNS Menuju World Class University

Posted on

Raut wajahnya senantiasa serius ketika berhadapan dengan siapa pun. Dia hanya tersenyum penuh heran jika mendengar celotehan politisi yang menjanjikan pendidikan murah di tingkat universitas. Baginya mustahil merealisasikan pendidikan di universitas dengan biaya murah. Jargon ”Jer Basuki Mawa Bea” tetap berlaku di bangku kampus di mana pun.
Dialah Prof Dr H Much Syamsulhadi, dr Sp Kj, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kendati, sepakat bahwa biaya kuliah di tingkat universitas tidak murah, namun di bawah kendalinya, biaya kuliah di kampus UNS tetap bisa dijangkau oleh rakyat. Rata-rata biaya kuliah di UNS sekitar Rp 500.000 per semester. ”Bandingkan saja dengan kampus lain, biaya tersebut masih terhitung murah untuk ukuran kampus besar seperti ini,” ujar Syamsul.
Rektor yang ahli kejiwaan ini bahkan mempunyai obsesi besar terhadap kampus rakyat ini. Syamsul bersama tim civitas akademika UNS saat ini tengah bekerja keras merealisasikan UNS sebagai kampus bertaraf internasional. Bahkan dia merencanakan, obsesi itu bisa terealisasi pada tahun 2015 mendatang. ”Secara sistematis, kami telah menetapkan di tahun 2024 nanti kampus ini secara pasti mendapatkan pengakuan internasional sebagaimana universitas yang otonom dan berstandar kualitas dunia,” tutur Rektor kelahiran Klaten, 2 November 1946 itu.
Obsesi Syamsul, bukan sekadar obsesi di siang bolong. Setidaknya, empat tahapan menjadi potensi yang mengantarkan UNS ke gerbang internasional. ”Kita sudah mulai membangun fondasi good university, good governance dan good human capital,” terangnya.
Empat fondasi itu dia jadikan dasar untuk lima tahun ke depan yang menjadikan UNS menjadi universitas yang otonom. Kemudian pada tahun 2019 mendatang, UNS bakal masuk dalam 100 besar se-Asia Pacifik hingga tahun 2024 UNS juga dipastikan masuk peringkat 500 universitas terpercaya di dunia.
Lebih lanjut Syamsul menjelaskan, untuk pengakuan internasional, UNS mulai menapakkan sejarah baru dalam penilaian Webometrics. Webometrics inilah, lanjut dia, menjadi salah satu pengukuran world class university yang dilansir sebuah lembaga dunia yang berkedudukan di Eropa. Menurutnya, pada bulan Juli 2008, UNS menempati peringkat 4.861 dunia. Kemudian pada 26 januari 2009, UNS telah menyejajarkan diri dengan universitas dunia dengan menempati peringkat 2.159 dunia, masuk 360 besar wilayah Asia dan Timur Tengah dan tujuh besar PTN di Indonesia.
Semangat Hidup
Semangat membawa kampus UNS ke gerbang international university secara tidak langsung sejalan dengan semangat hidupnya, yang tetap ingin menjadi orang nomor satu dalam setiap forum atau organisasi. Semangat itu, kata Syamsul juga tak bisa dipisahkan dengan motto hidupnya yang sederhana. ”Saya hanya ingin menjalankan sesuatu dengan sebaik-baiknya,” tandas Syamsul.
Dengan semangat itu, dia berkeyakinan apa yang dikerjakan sang dokter jiwa ini membuahkan yang terbaik untuk kampus UNS. ”Saya ingin mengerjakan segala sesuatu itu dengan sebaik mungkin, kalau dalam mengerjakannya dengan baik maka hasil yang dicapai pun Insya Allah tidak akan mengecewakan,” kata rektor yang kini menaungi sekitar 4.400-an mahasiswa.
Di bidang akademik, tak berlebihan jika UNS mentahbiskan dirinya sebagai orang nomor satu di kampus Kentingan ini selama dua periode berturut-turut. Pasalnya, gelar tertinggi di bidang pendidikan pun sudah dia raih dalam usia yang masih potensial. ”Sebagai seorang ilmuwan saya pernah mendapatkan gelar-gelar tertinggi seperti doktor, profesor bahkan, kini menjabat sebagai rektor pun sudah saya gapai,” tuturnya.
Meski kariernya sukses di bidang akademik, ayah dua anak ini, tak besar diri. ”Malah saya itu memiliki tanggung jawab yang besar dengan gelar yang saya punya. Bahkan amanah saya juga semakin besar dengan jabatan yang saya miliki,” papar Profesor Kejiwaan dari UGM ini.
Di bawah kendalinya, UNS kini memiliki sembilan fakultas dan 1 program pascasarjana dengan 122 program studi, yang terdiri dari dua program studi D2, 21 program studi D3, dua program studi D4, 51 program studi S1 reguler 24 program studi S2, 12 program studi Pendidikan Dokter Spesialis I (PPDS-I), lima program studi S3, satu program profesi, dan empat program pendidikan dan pelatihan keahlian.
”Kualitas SDM perguruan tinggi merupakan faktor utama dalam meningkatkan daya saing. Saat ini UNS memiliki lebih dari 1.600 dosen, di antaranya 1.125 S2 dan 179 S3,” kata Syamsul. (Dwi Hastuti)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s