Danarsih Santosa Sejak Kecil Sudah Diperkenalkan Bisnis Batik

Posted on

Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Inilah ungkapan yang pantas disematkan untuk pengusaha batik sukses, Danarsih Santosa. Bersama dengan suaminya Santosa Doellah, Danarsih Santosa menancapkan dirinya sebagai pengusaha batik yang sukses dengan branding batik Danar Hadi.
Sejak kecil, Danarsih sering membantu orangtuanya dalam menjalankan bisnis batik. Walaupun tidak diwajibkan, namun setiap pulang sekolah Danarsih selalu menyempatkan diri untuk membantu orangtuanya. Dari situlah Danarsih mulai belajar bisnis, dan menjadikan bisnis tersebut sebagai pilihan hidup hingga saat ini.
“Kebetulan orangtua saya itu memiliki bisnis kecil-kecilan dalam bidang batik. Lalu setiap malamnya saya juga membantu bapak dan ibu untuk menghitung pemasukan dan pengeluaran barang. Mulai dari itulah saya tertarik untuk berbisnis,” tutur Danarsih saat ditemui Joglosemar di kediamannya beberapa waktu yang lalu.
Akhirnya keinginan Danarsih untuk berbisnis terkabul setelah dirinya dipersunting oleh Santosa Doellah. Perempuan kelahiran Solo, 26 September 1946 ini menikah di saat memasuki usia 21 tahun.
Setelah selang setahun menikah, Danarsih bersama suami mulai merintis usaha. Hingga pada tahun 1968, dirinya berhasil mendirikan sebuah usah batik yang tetap eksis hingga saat ini, yaitu batik Danar Hadi.
“Pada saat itu, memang saya memutuskan untuk pulang ke Solo setelah menempuh kuliah di Yogyakarta. Lalu saya memilih untuk menikah dan bekerja,” kenang Danarsih.
Danarsih sangat konsekuen dengan apa yang telah menjadi pilihan hidupnya tersebut. Dengan penuh keuletan dan kesabaran, Danarsih menggeluti dunia bisnis.
“Saya menjalani bisnis ini memang sudah sepenuh hati, karena bisnis ini menjadi penopang ekonomi keluarga,” terang perempuan yang lembut dan anggun tersebut.
Jatuh Bangun
Di dalam menapaki dunia bisnis, jatuh-bangun sudah menjadi hal yang biasa dan wajar. Apabila sedang mengalami masa kejatuhan, maka sebagai orang yang memiliki jiwa bisnis jangan langsung putus asa.
Anggap saja masa-masa tersebut merupakan hiasan ketika menjalani bisnis. Akan tetapi harus cepat bangkit di saat mengalami kejatuhan tersebut.
“Lika-liku dalam dunia bisnis itu adalah suatu hal yang biasa, maka sikap ulet serta pantang menyerah itu perlu dimiliki oleh seorang pebisnis,” ujar Danarsih.
Saat-saat terberat yang pernah dialami oleh Danarsih adalah ketika adanya batik China yang merambah pasaran Indonesia, khususnya Solo. Bahkan pada waktu itu sempat membunuh pasaran batik lokal, sehingga saya harus memiliki trik untuk mendobrak pasaran batik lokal.
“Tapi itu tidak berjalan lama, karena pemerintah pada waktu itu membuat kebijakan untuk menolak batik dari China,” katanya.
Memang sebelum adanya kebijakan dari pemerintah tersebut Danarsih sempat panik. Yang menjadi kepanikan Danarsih apabila dampak masuknya batik China tersebut membuat dirinya jatuh dan harus memulangkan karyawannya.
“Saya kasihan kepada karyawan saya jika harus saya pulangkan, karena mereka memiliki anak dan istri. Kalau saya pulangkan mereka, bagaimana dengan nasib keluarganya,” imbuh Danarsih.
Dari situlah, Danarsih memiliki motivasi yang tinggi untuk memajukan bisnisnya. Karena kalau bisnisnya tersebut maju maka hal terburuk untuk memulangkan karyawan tidak akan terjadi. Karena baginya, memiliki prinsip bahwa menjadi orang yang baik itu, ketika bermanfaat bagi orang lain.
“Sebisa mungkin keberadaan Danar Hadi ini dapat bermanfaat bagi semua orang, baik itu kalangan atas hingga kalangan bawah sekalipun,” tutur Danarsih.
Dalam menjalankan bisnisnya, Danarsih memiliki 1000-an karyawan. Namun Danarsih tetap ingin menambah karyawan terus supaya dapat menyerap pengangguran yang ada.
Kebahagiaan Danarsih semakin sempurna ketika United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) pada bulan Oktober yang lalu dengan mengukuhkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia diharapkan mampu mendongrak pemarasan batik lokal.
“Kalau batik itu banyak yang menggunakan, maka tidak hanya pengusaha batik yang dapat untungnya, namun rakyat kecil yang membatik juga dapat kecipratan untung,” paparnya. (Dwi Hastuti)

Iklan

Satu respons untuk “Danarsih Santosa Sejak Kecil Sudah Diperkenalkan Bisnis Batik

    Nur rochim said:
    Maret 9, 2011 pukul 11:32 am

    salut dengan ibu,kan ku tiru usahanmu….
    sukses !
    amien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s