Bimo Putranto Sukses di Politik, Sukses di Bisnis

Posted on Updated on

Selama ini, Bimo Putranto memang dikenal sebagai seorang politisi. Karier politik putra Solo ini, cukup gemilang. Bermula dari seorang Satgas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), kemudian menjadi Koordinator Desa PDIP, berlanjut menjadi wakil ketua DPC PDIP Solo, dan Wakil Ketua DPD Jawa Tengah. Bahkan ayah dua anak ini juga pernah mengemban amanat rakyat saat dipercaya menjadi Ketua Komisi III DPRD Solo.
Lain di politik, lain pula cerita hidupnya di dunia bisnis. Bimo lahir dan dibesarkan oleh keluarga yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pegawai negeri bukan menjadi impiannya. Tapi, justru wiraswastalah yang menjadi cita-citanya sejak remaja.
Cita-cita itu dia kejar, tahap demi tahap. Jiwa wirausahanya, ia rasakan mulai tumbuh sejak duduk di bangku perkuliahan. ”Saya ambil jurusan arsitektur. Pelan-pelan, saya terapkan ilmu yang saya dapat itu, untuk memulai usaha,” kata alumni Fakultas Teknik Universitas Atmajaya Yogyakarta tersebut.
Bimo menceritakan, proyek pertama ditanganinya tahun 1994. Saat itu, dia  masih menjadi mahasiswa dan memenangkan tender proyek pembangunan gedung sekolah senilai Rp 2,1 miliar. ”Saya ingat, saat itu hanya memiliki modal Rp 250.000, lalu menangani proyek pembangunan gedung SMK dengan nilai sebesar itu,” ujarnya.
Meski berhasil menangani proyek perdananya itu, Bimo merasa belum puas. Bisnis lain, berupa usaha mebel pun dia jajal. Sayang, bisnis mebel tak selancar yang dia harapkan. Bahkan, Bimo sempat kehabisan modal pada tahun 2000, dan terpaksa bekerja dengan ikut usaha orang lain untuk menyambung hidup keluarganya.
Setahun bekerja di usaha orang lain, bisnis Bimo kembali bangkit. Saat itu, Bimo mencoba berbisnis kayu. Sayang, bisnis kayu miliknya juga tidak berumur panjang. Namun, dari kegagalan itu Bimo tidak patah semangat. Dia kembali bangkit dengan usaha menyewakan alat-alat berat untuk keperluan konstruksi. ”Bisnis inilah yang bertahan sampai sekarang, lumayan laris,” katanya.n DWI HASTUTI

Menyulap Image Pasoepati

Image brutal dan urakan umumnya melekat pada pendukung atau suporter tim sepakbola. Tidak aneh gejala seperti itu muncul, karena mayoritas suporter tim sepakbola didominasi anak-anak muda yang sedang mencari jati diri. Berbuat sesuatu yang sensasional, tidak peduli salah atau benar, serta cuek dengan dampaknya, sering dilakukan suporter demi memompa semangat tim sepakbola yang dibelanya.
Bahkan, tak jarang akibat ulah suporter yang kelewat batas, tim sepakbola justru ikut terkena getahnya, berupa sanksi dari otoritas penyelenggara liga sepakbola seperti PSSI.
Belajar dari potensi risiko itulah,  Pasukan Suporter Sepakbola Sejati (Pasoepati) terus berbenah dari masa ke masa. Termasuk di tangan Bimo Putranto, Presiden Pasoepati 2010, suporter tim sepakbola Persis ini mengalami perubahan image.
Bimo mengatakan, di bawah kendalinya, Pasoepati bakal di-branding ulang. ”Saya memiliki cita-cita untuk mengubah image masyarakat terhadap suporter sepakbola, khususnya terhadap Pasoepati, menjadi suporter kebanggaan,” kata Bimo saat berbincang dengan Joglosemar Kamis (30/12).
Untuk Semua Olahraga
Menurutnya, di tubuh Pasoepati melekat identitas penting, yakni masyarakat Solo, yang dikenal dengan kehalusan dan kesantunannya. Namun, mem-branding ulang sebuah suporter dengan jumlah puluhan ribu orang diakuinya bukan pekerjaan gampang. ”Ya, saya hanya bermodal yakin saja. Kalau dikelola dengan baik, Pasoepati bakal menjadi suporter kebanggaan Persis dan warga Solo.”
Keberadaan Pasoepati, kata Bimo, penting bagi Persis. Menurutnya, Pasoepati merupakan suporter hebat, yang mati-matian memberikan dukungan bagi tim sepakbola kebanggaan mereka, baik saat kondisi timnya gemilang, maupun sedang terpuruk.
Ciri khas warna kostum merah membara, menurut Bimo, menjadi kekuatan yang secara psikologis bakal membangkitkan semangat para bintang sepakbola Solo, idola para suporter Pasoepati.
Di dalam binaan Bimo, Pasoepati didedikasikan bukan hanya untuk mendukung Persis. Namun, Pasoepati bakal dikerahkan untuk mendukung semua jenis olahraga di Solo, seperti basket, bulu tangkis, dan olahraga lain.
Bahkan, sama-sama tim sepakbola dari Solo, seperti Solo Football Club (Solo FC) juga bakal didukung mati-matian oleh Pasoepati. Lebih dari itu, Pasoepati juga dipompa jiwa nasionalismenya untuk ikut mendukung Tim Nasional Indonesia atau Tim Garuda. Buktinya, sejumlah suporter Pasoepati lesu dan menangis, saat menyaksikan kegagalan Tim Garuda meraih piala AFF 2010, Rabu (29/12), dari layar videotron di Manahan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s