Berpoligami, Mundur dari PNS dan Jadi Orangtua Asuh

Posted on Updated on

Sukses pilihan karier sebagai penyanyi Campursari, Cak Diqin memilih mendirikan grup Campursari sendiri dan tidak ikut grup Campursari milik orang lain seperti sebelumnya.
Bukan hanya itu, mendulang kesuksesan sebagai penyanyi Campursari, Cak Diqin juga rela melepaskan kariernya sebagai PNS. Pilihan itu juga didukung dengan jalan hidupnya yang memilih berpoligami. Dia menyadari, aturan mengharamkan seorang PNS berpoligami. Tahun 2003 dia mundur dari PNS. ”Kan ada aturan bahwa PNS tidak diperbolehkan poligami, maka saya lepaskan PNS tersebut dan memilih untuk poligami,” terangnya.
Berbeda dengan kebanyakan orang yang cenderung menutup-nutupi soal poligami, Cak Diqin justru memilih terbuka. ”Jadi saya tidak menutup-nutupi. Kedua istri saya juga tahu dan hubungan juga baik,” akunya.
Saat ini, Cak Diqin tengah memajukan musik Campursari. Ketua Pusat Campursari Center Indonesia (CCI) dia sandang meski ia akui sangat berat.
Menurutnya, musik Campursari saat ini kondisinya meredup dibanding musik lain. ”Hidup segan mati tak mau,” katanya mengistilahkan kondisi musik Campursari saat ini.
Salah satu penyebab redupnya musik Campursari, kata dia, karena banyaknya pembajak yang tidak bertanggung jawab. Dari ulah para pembajak itulah, para seniman Campursari malas untuk berkarya. ”Kalau boleh ngomong ekstrem, hukuman mati untuk pembajak,” kesalnya.
Kesuksesan Cak Diqin juga dia bagi dengan anak-anak tidak mampu. Dia menyadari, berasal dari keluarga tidak mampu, tahu betul bagaimana kondisi kehidupan masyarakat yang dilanda kesusahan. ”Saya memiliki keinginan untuk bisa menjadi orangtua asuh atau membuat panti asuhan yang bisa menampung dan membiayai mereka yang tidak mampu,” katanya. ”Ingin sekali punya anak asuh di atas 500 orang.”
Terjun ke Politik
Keinginan tersebut termotivasi dari kisah hidupnya dulu yang dari keluarga tidak mampu. Cak Diqin merupakan anak, dari dua bersaudara. ”Saya dulu tinggal di rumah kontrakan, yang terbuat dari anyaman bambu yang kondisinya sudah miring,” akunya.
Hidup sangat kekurangan. Rumahnya yang waktu dia masih kecil merupakan rumah kontrakan. Bahkan rumah kontrakan tersebut terbuat dari anyaman bambu yang sudah miring. Lalu, Cak Diqin juga harus berjualan keliling kampung guna untuk mencukupi kebutuhan sekolahnya.
Cak Diqin ingin segera merealisasikan cita-cita mulianya itu.”Doakan semoga cepat terealisasikan, dan Alhamdulillah keluarga juga mendukung,” ucapnya.
Obsesi lain Cak Diqin adalah terjun ke dunia politik. Melalang buana di dunia musik Campursari selama 17 tahun, ia anggap belum apa-apa. Niatnya terjun ke dunia politik  sebagai anggota DPR , yakni ingin membuat kebijakan yang bisa melindungi seni di Tanah Air.
”Karena selama ini dunia seni memang masih kurang perhatiannya dari pemerintah. Sehingga saya memiliki niat untuk terjun ke dunia politik supaya bisa membuat kebijakan yang memberikan perhatian kepada seniman,” ucapnya.
Niat terjun ke politik tidak main-main. Tahun 2009, dia mencoba mencalonkan diri sebagai anggota DPR, namun keberuntungan belum berpihak padanya. Cak Diqin tak menyerah begitu saja. Rencananya pemilihan anggota DPR RI periode depan akan dia ikuti lagi. (dui)

Beberapa lagu hits karya Cak Diqin, memang lain dari yang lain. Bayangkan saja, judul sejumlah lagunya seperti Pentil Kecokot, Tragedi Tali Kutang, dan Penak Mlumah. Sekilas judul-judul lagunya terkesan seronok, namun menurut bos Campursari ini, judul memang menjadi triknya untuk memasarkan lagu-lagunya. ”Membuat judul memang harus bombastis, supaya menarik dan dikenal,” katanya.
Meski terkesan seronok, Cak Diqin menyelipkan makna mendalam dalam setiap karyanya itu. Dia mencontohkan lagu Tragedi Tali Kutang, sebenarnya menceritakan orang yang tidak mampu, namun jatuh cinta dengan seseorang. Lantaran ketidakmampuan itu, orang tersebut hanya sanggup memberikan perhiasan yang tidak mahal. ”Gampangnya ya diistilahkan tali kutang,” paparnya.
Dari sekian lagu ciptaannya, Cak Diqin mengaku sangat terkesan dengan lagu berjudul Cinta Tak Terpisahkan. Menurutnya, peminat lagu tersebut sangat banyak, dan cukup menyumbang angka royalti yang dia enggan sebutkan.
Dalam membuat lagu, Cak Diqin, mendapatkan inspirasi dari pengalaman hidupnya sehari-hari dan fenomena yang ada. ”Bukan khayalan semata, namun ada faktanya,” tuturnya. (dui)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s