Sumartono Hadinoto Komandan kegawatdaruratan, komandan berbagai organisasi

Posted on Updated on

Sumartono HadinotoRaut wajahnya selalu semringah. Tempo bicaranya sedikit cepat,
namun mengesankan. Kepribadiannya yang terbuka dan hangat menjadikan
siapa saja betah bertukar pendapat dengannya. Dari soal plafon rumah
?salah satu item bisnis yang digelutinya? sampai urusan gawat darurat
alias emergency.

Itu sebabnya, selain diamanahi dengan jabatan sekretaris di Pengurus
Cabang Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solo, Martono ?demikian
panggilan akrabnya? juga menjadi Komandan urusan kegawatdaruratan atau
Direktur Medical Action Team PMI Solo. Dia bahkan juga merangkap sebagai
Ketua Solo Emergency Response Unit (SERU) yang merupakan wadah
penanganan bencana luar biasa dari berbagai elemen masyarakat. Baik dari
PMI sendiri, Search and Rescue (SAR) Universitas Sebelas Maret (UNS),
Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari), maupun masyarakat umum.

Gerakan Martono memimpin tim penanganan kecelakaan begitu gesit dan
detail. Karena itu pula layanan ambulans 24 jam sebagai salah satu
fasilitas yang digerakkan Medical Action Team PMI Solo juga dilengkapi
peralatan dan paramedis yang komplet. Tak tanggung-tanggung, untuk
tunggangan pribadinya pun, dia pilih Nissan Terrano Kingsroad F2. Nomor
polisinya unik, AD 911 CA, sesuai dengan kode dan nomor telepon
kegawatdaruratan global.

Pada bodi dan kaca depan Nissan Terrano itu ditulis secara mencolok kata
?Emergency? dengan ukuran font besar berwarna oranye. Layaknya ambulans,
mobil itu juga dilengkapi peralatan pertolongan pertama yang cukup
lengkap. Demi menunaikan tugas suci tujuan PMI, Martono memang
senantiasa rela melibatkan tunggangannya itu dalam aksi-aksi Medical
Action Team ataupun SERU.

Tak hanya sigap merespons kecelakaan dan bencana, Martono juga selalu
menyempatkan memberikan kabar perkembangan kondisi maupun penanganan
korban kepada sejumlah pihak yang berkepentingan, termasuk wartawan
melalui short message service (SMS). Tak heran jika kemudian muncul
kelakar pada sebagian wartawan di Kota Solo, bahwa kalau Martono tak
kirim SMS, berarti kondisi aman dari bencana.

?Kini untuk Medical Action Team juga bekerja sama dengan pemadam
kebakaran. Sehingga saat terjadi kebakaran sekaligus membutuhkan
pertolongan pertama, keduanya bisa langsung berbarengan,? urai pemilik
nama asli Khoe Liong Hauw itu saat ditemui Espos di rumah sekaligus
tempat menjalankan roda bisnisnya yang berlabel Bengkel Candi di Jl Ir H
Juanda 150 Solo, Minggu (21/2). Tepatnya, di ruang kerjanya yang dinding
dan kaca pelapis meja kerjanya dipenuhi sertifikat kegiatan maupun
sertifikat penghargaan.

Pengalaman masa muda

Kegetolan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Winarso Hadinoto dan
Kusmartati terjun di urusan kegawatdaruratan memang bukan senyampang
belaka. Gerak juangnya itu tak lepas dari sejumlah pengalaman empiris
yang dialami sejak masa mudanya.

Salah satunya, saat Martono masih duduk di bangku SMA dan mulai aktif di
Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari). Suatu ketika pada pukul 03.00
WIB terjadi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan satu keluarga
menjadi korban. Sumartono bersama sejumlah anggota lain Orari lalu turut
melarikan korban kecelakaan ke rumah sakit. Begitu pula saat menengok
ayah mertuanya di rumah sakit. Sumartono melihat seseorang terkulai
lemas karena tidak bisa menebus darah untuk kesembuhan keluarganya yang
sedang sakit.

Dari kejadian-kejadian itu, Martono merasa bahwa setetes darah begitu
berharga. Lantas Martono pun bertekad, suatu saat ia dapat menangani dan
mengurusi langsung soal kegawatdaruratan. Itulah sebabnya, di tahun
2005, saat diminta menjadi pengurus Bidang Organisasi dan Pembinaan
Ranting pada Pengurus Cabang PMI Kota Solo, ia langsung bersedia.

Sejumlah terobosan dilakukan Martono bersama rekan-rekannya.
Mengembangkan Medical Team Action sebagai bagian dari aktivitas Markas
Cabang PMI Solo. Juga menjaga amanat mengelola darah masyarakat. Unit
Transfusi Darah PMI Solo senantiasa menjaga agar stok darah di Kota Solo
dalam sehari tak kurang dari 1.000 kantong.

?Tiga tahun berjalan, Medical Action Team juga ingin terus mengubah pola
pikir masyarakat terkait pemanfaatan mobil ambulans,? ujar ayah dari
Wiranti Widyastuti Hadinoto ini. Pemahaman yang dimaksudnya adalah agar
masyarakat tahu bahwa ambulans tidak hanya digunakan bagi pasien yang
sakit berat saja, melainkan karena pasien memang butuh dibawa ke rumah
sakit dengan angkutan khusus. Soal biaya ambulans yang gratis, menurut
Martono itu disiasati dengan subsidi silang.

Mengurus 19 organisasi

Intensnya Martono menangani hal-hal berbau emergency, bukan berarti
membuatnya tak aktif di organisasi lain. Sebab Martono hingga kini
tercatat aktif menjadi pengurus di 19 organisasi. Mulai dari Perkumpulan
Masyarakat Surakarta (PMS) yang namanya juga seolah selalu melekat di
belakang nama Martono, sampai menjadi pengurus Dewan Harian Cabang (DHC)
1945.

Walaupun demikian banyak organisasi yang diurusnya, Martono mengaku
menjalani semuanya dengan mengalir saja. Dengan tetap memperhatikan
skala prioritas dan kedisiplinan waktu. Bagi Martono, bertemu dengan
banyak orang dengan segala multidimensinya adalah sebuah kenikmatan yang
tak terperikan. ?Makanya saya menjalani dengan senang hati,? ungkapnya
sambil tersenyum simpul.

Namun, menurutnya semua yang dicapai sekarang juga tak luput dari
lecutan semangat pasca terpuruk setelah cita-citanya melanjutkan sekolah
ke luar negeri selepas SMA kandas. Pasalnya sang ayahanda yang
berprofesi sebagai pedagang batik meninggal saat Martono memasuki bangku
SMA.

Sejak itu, Martono hanya berpikir bagaimana mencari kawan
sebanyak-banyaknya agar dirinya tetap berguna. Dengan prinsip sekecil
apapun kontribusi yang diberikan jika ikhlas tentu akan mendapat
balasan. ?Sebab, siapa yang menanam pasti akan menuai hasilnya,?
ujarnya. – Oleh : *Fetty Permatasari & Esmasari Widyaningtyas*

Biodata Sumartono Hadinoto

Nama : Sumartono Hadinoto
Lahir : Solo, 21 Maret 1956
Alamat : Jl Ir Juanda 150 Solo 57123

Keluarga

Istri : Meliana Kusyanto (Istri)

Anak : Wiranti Widyastuti Hadinoto

Pendidikan

Tahun 1963-1968 SD Widya Wacana (Warung Miri)

Tahun 1969-1971 Smp Widya Wacana Solo

Tahun 1972-1974 SMA Warga Solo

Seminar

1. More Precious Than Gold bersama Gan Seng dan Lim KG Maret 1990

2. Dynamic Leadership Development bersama LimKG Januari 1991

3. Industrial Development Strategies Facing Thelmpact of Globalization
bersama Lp Tjokro Susanto Februari 1993

4. Marketing Plus 2002: Marketing Workshop of Strategic bersama Hermawan
Kertajaya November 1996

5. The Program For SME Managers and Engineers (SMEE7) bersama Kentaro
Aikiwa Maret 2002

6. Double Your Sales bersama James Gwee Januari 2003

7. Sun Tzu: Menang di Medan Bisnis bersama Andrie Wongso September 2004

8. Marketing Festival 2004 bersama AB Susanto Oktober 2004

9. Managing Family Businees Powerfully bersama AB Susanto dan Linda
Kusuma Efendy Desember 2004

10. Result Leadership bersama Mario Teguh Mei 2004

11. Becoming A Young Enterpreneur bersama Prof Dr Ir H Suntoro MS dan
Piera Saroso Rfa Desember 2004

Organisasi

Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS)

Bendahara 1994-1999

Ketua Humas, Sosial dan Hukum 1999-2004

Ketua Humas dan Pelayanan 2004-2009

Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari)

Wakil bendahara 1994-1997

Bendahara 1997-1999 & 1999-2002

Ketua 2002-2005, 2005-2008 & 2008-

2011

Lions Club Solo Bengawan (LCSB)

Member 2000

Committe of Membership 2001

Committe of Social 2002

Lion Tamer 2003

Vice President 2004

President 2005, 2006 & 2007

Past President 2008

Dewan Harian Cabang 1945 (DHC 45)

Dewan Pertimbangan 2003

Ketua Biro Sosial Budaya 2007?2012

Pengurus Cabang Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solo

Pengurus Bidang Organisasi

dan Pembinaan Ranting 2005

Komandan Satgana & Direktur

Medical Action Team 2006

Sekretaris 2006?2011

Solo Emergency Response Unit (SERU)

Ketua 2007

Yayasan Kesejahteraan Tunanetra (Yaketuntra)

Ketua 2008?2011

Pengurus cabang (Pengcab) Persatuan Bulutangkis

Seluruh Indonesia (PBSI) Solo

Bendahara 1999?2003 & 2005-2009

Persatuan Sepak Bola Indonesia Surakarta (Persis)

Manager 2006

Bendahara 2007

Country Music Club Indonesia (CMCI )

Gubernur CMCI Chapter Solo 2004

Paguyuban Alumni Warga (PAW)

Bendahara 2001

SMA Regina Pacis (Ursulin)

Ketua Komite 2006

Marsudi Endah Tata Tentreming Ati (Radio Metta FM)

Komisaris 2004?2007

Direktur Utama 2007?2010

Panti Asuhan Karuna

Bendahara 2005?2008

Ketua 2008?2011

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)

Bendahara 2008?2013

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Solo

Ketua

PT Radio Solo Audio Utama (Radio SOLOPOS FM)

Komisaris

Koran Jitu

Penasihat

Suara Merdeka: Solo Metro – Oleh : *Fetty Permatasari & Esmasari
Widyaningtyas*

Country yang utama, selebihnya sesuai hati

* * Mengelola belasan organisasi dalam waktu bersamaan tentu bukan
perkara gampang. Tetapi bagi organisator ulung seperti Sumartono
Hadinoto, aktivitas semacam itu adalah bagian dari fragmen hidupnya yang
khas dan berbeda. Seperti kekhasan musik country yang dia gemari.

Paduan alunan banjo, biola, akordion dan gitar yang menjadi keunikan
cita rasa musik country memang menawan. Dandanan penyanyinya pun
demikian khas. Di kepala bertengger topi laksana koboi. Setelan pakaian
plus sepatu yang melekat juga nyentrik. Atasan kemeja lengan panjang,
bawahan celana jin dengan alas kaki sepatu lars yang terkesan kuno.
Keunikan seperti itulah yang membuat Martono terpikat dengan genre musik
yang berasal dari negeri Paman Sam itu. ?Suara penyanyinya juga khas,
berat dengan irama lagu yang membangkitkan semangat?, tuturnya.

Itu sebabnya, sebagai bagian dari kecintaannya, sejak 2004, Martono mau
saja kala didaulat menjadi Gubernur Country Music Club Indonesia (CMCI)
Chapter Solo. Bahkan, meskipun Martono mengaku tak terlalu bisa
menyanyikan dengan aksen pas lagu-lagu berirama country. Toh, kekurangan
itu itu tak lantas menyurutkan gairah penyuka lagu Ariati tersebut untuk
memasyarakatkan musik yang belakangan di Indonesia dipopulerkan kembali
oleh Tantowi Yahya itu. Sekaligus juga, berharap dapat membantu para
musisi maupun penyanyi yang memiliki talenta di musik country.

Menurut Martono, penggemar musik country di Solo sebetulnya cukup
banyak. Namun, sebagian besar memang hanya mau menikmatinya saja. Untuk
mengelola organisasinya, belum banyak yang tertarik. Tak dipungkiri
Martono, berorganisasi memang gampang-gampang sudah. Tetapi intinya
adalah keikhlasan niat untuk berbagi dan tidak berambisi apapun dalam
organisasi tersebut. Peran apapun saja tak menjadi soal karena niatnya
berbagi bukan mengejar ambisi. ?Begitulah sebenarnya tantangan besar
dalam berorganisai,? tutur dia.

Meskipun terpikat dengan musik country, Martono tetap masih bisa
menikmati segala jenis aliran musik. Biasanya disesuaikan dengan kondisi
suasana hati. Misalnya saja saat sedang gembira, maka lagu Beautiful
Sunday-nya Daniel Boone juga kerap menjadi pilihan. ?Nah, kalau suasana
sedang sendu, lagu Ebiet G Ade berjudul Lagu Untuk Sebuah Nama juga jadi
alternatif,? terang Martono yang juga bidan dua stasiun radio Kota Solo
itu. – Oleh : *Fetty Permatasari & Esmasari Widyaningtyas*

* Sangat cinta pada almamater *

* * Semasa berada di bangku SMA, Sumartono Hadinoto tak berbeda dengan
kebanyakan siswa sebayanya. Tak ada prestasi yang begitu mencuat, tetapi
juga tidak bandel.

Meskipun kini sukses menjadi pengusaha dan dulu masuk jurusan IPA, nilai
mata pelajaran Matematikanya juga terbilang standar.

Begitulah komentar salah seorang guru Matematika Martono di SMA Warga
Solo, Tomas Salim, 72 yang baru saja pensiun dari profesinya sebagai
guru di SMA Warga. ?Sekarang saya turut bangga dengan keberhasilannya,
apalagi dia juga begitu mencintai almamaternya,? ujar kakek seorang cucu
ini saat ditemui Espos di rumahnya Jl Malabar Utara IV/10 Mojosongo,
Jebres, Solo, Kamis (25/2).

Kecintaan Martono kepada almamaternya, menurut Tomas tak hanya tampak
pada dukungan materinya untuk pengembangan sekolah. Tetapi pada
kesempatan tertentu, Sumartono juga memberikan semangat, menginspirasi
para siswa SMA Warga untuk selalu berkiprah dalam kehidupan masyarakat.

Sumartono juga begitu berperan dalam mengumpulkan para alumni SMA Warga
yang juga sama-sama sudah sukses.?Sumartono memberikan teladan konkret,?
kata lelaki yang mengajar di SMA Warga sejak 1967-2009 ini.

Terlihat, lanjut Tomas dengan berbagai macam organisasi sosial yang
digelutinya sampai sekarang. Hebatnya, peran Sumartono di semua
organisasi juga tampak begitu kentara. Bahkan, porsi curahan waktunya
untuk organisasi sosial memang lebih besar. – Oleh : *Fetty Permatasari
& Esmasari Widyaningtyas*

Iklan

3 respons untuk ‘Sumartono Hadinoto Komandan kegawatdaruratan, komandan berbagai organisasi

    ahmad adib Masruri said:
    Maret 19, 2010 pukul 9:29 am

    pertama, saluut atas kiprahnya di berbagai organisasi & kegiatan.
    kedua, bagamana membagi waktu, tenaga & pikirannya ya?
    ketiga, krn banyak, sejauh mana kualitas & kuantitas hasilnya? (perlu external evaluation)
    keempat,adakah kemungkinan banyak difanfaatkan oleh berbagai kepentingan?
    kelima, ingin sekali saya dibagi pengalaman & kiat2nya, kok bisa.
    keenam, mbok dibuat buku ttg perjalanan hidupnya, agar muncul pemuda2 spt beiau,
    krn ada satu aja banyak hal yg bisa dikerjakan utk kepentingan orang lain.
    apalagi ada Martono-Martono muda di kota Solo…..dasyat.
    ketujuh, sekali lagi saluuut.

    antons said:
    September 19, 2010 pukul 10:17 am

    setuju kalau perlu buat buku khusus tentang dia donk….
    terus kalau memungkinkan juga film dokumenternya sekalian….
    patut jadi motivator idup nieh…..

    Herry Marpaung said:
    Juli 15, 2011 pukul 5:03 pm

    Sungguh sangat sedikit orang yg begitu peduli dengan sesama manusia…Semoga apa yg sudah beliau dedikasikan selama ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s