Waluyo bikin tembang anak

Posted on

Sejak lima tahun silam, musisi seni karawitan asal Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Waluyo Sastro Sukarno rajin membuat tembang untuk anak-anak. Tembang-tembang yang ia ciptakan, rata-rata dibuat dan diaransemen dengan menggunakan instrumen gamelan. Sementara untuk pengisi suara, biasanya Waluyo mengikutsertakan anak-anak di lingkungan sekitar rumahnya, yaitu di Kaplingan, Jebres.

”Tembang yang sudah terkumpul hingga saat ini berjumlah 15-an tembang. Ini sekaligus menjadi cara jitu mengenalkan kebudayaan daerah kepada anak-anak melalui cara yang mereka sukai,” jelas Waluyo saat ditemui Espos, Senin (3/8), di ISI Solo.

Tembang yang dibuat Waluyo pun banyak mengandung pesan moral yang kuat. Dirinya juga banyak memasukkan unsur religi di dalam lagu yang ia ciptakan, seperti pada lagu Bekti Wong Tua, Eman-Eman, Ayo Salat, serta Pasa Ramadan. Dengan banyak terkumpulnya, tembang itu, Waluyo mengaku menjadi semakin tertantang untuk menjadikannya dalam sebuah album agar bisa dinikmati masyarakat setiap saat. Dengan kata lain, tidak hanya dinikmati pada saat dirinya menggelar pementasan saja.  hkt

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s