Zaenal Arifin Adnan Ketua MUI Surakarta

Posted on

Dr Zainal Arifin

Untuk mencapai keadaan masyarakat yang berdasarkan pada syariah di perlukan sebuah system syariah. Begitu juga dalam ekonomi syariah namun perlu diingat, jangan sampai syariah hanya digunakan sebagai topeng belaka, bagi orang-orang yang hanya mencari keuntungan semata.

“Yang namanya syariah adalah suatu kepastian yang datangnya dari allah. Satu-satunya solusi untuk menuju, kebahagiaan, kesejahteraan, kedamaian, kehormatan. Hal ini akan dilakukan oleh orang-orang yang mengaku dirinya beriman,” ungkap Zaebal Arifin Adnan Ketua MUI Surakarta.

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini yang sedang in adalah ekonomi syariah. Menurutnya hal tersebut tidak bermasalah, asalkan digunakan untuk menuju pada nilai-nilai syariah yang lebih global, universal, rasional. Sebab menurutnya Islam berkaitan dengan seluruh aspek kehidupan umat manusia sesuai dengan fitrahnya.

Ia juga sepakat dengan sesuatu hukum yang serba syariah, seperti misalnya pendidikan syariah, ekonomi syariah, kedokteran syariah. Bahkan saya sebagai dosen di kedokteran juga tengah mengembangkan kurikulum syariah untuk bidang kedokteran. Sebagai catatan untuk ekonomi syariah ia menyarankan untuk setiap saat dilakukan evaluasi ditingkat pelaksanaan.

Sedangkan siapa yang seharusnya melakukan pengawasan adalah dewan majelis ekonomi syariah. ” Kita tidak boleh berdekatan dengan bank konvensional, bahkan kita harus lebih maju kedepan,” tambahnya. Ia juga mengingatkan jangan sampai bank syariah hanya dijadikan topeng belaka, untuk menjaring umat Islam masuk sebagai nasabah bank syariah. Sebab menuutnya cepat atau lambat akan mendapatkan balasan dari Allah.

Sebagai bank syariah menurutnya tidak harus mengedepankan kekayaan materi semata melainkan berdasarkan pada prioritas umat yang paling utama. Sedangkan masalah kekayaan menurutnya insyaallah masalah materi itu hanya merupakan efek sampaing dalam menjalankan bisnis secara syariah.

”Saya pernah melakukan transaksi kredit di sebuah bank syariah waktu itu saya ditunjukkan pada sebuah aturan hitam putih. Menurut saya itu tidak tepat diterapkan dalam hukum ekonomi islam sebab dalam ekonomi islam segala sesuatu berdasarkan pada kesepakatan. Sebab dalam pelaksanaanya pasti akan ada kondisi tertentu yang harus terjadi hal tersebut mesti harus dibicarakan terlebih dahulu antara nasabah dan bank syariah. Jika aturan syariah benar-benar dapat terlaksana masyaallah bank syariah akan menjadi barokah ,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut Zaenal mencontohkan penyimpangan pada sebuah partai. ”Saya melihat ada partai yang kelihatanya syariah. Namun ternyata dewan syariah partai tersebut tidak dapat berkutik apa-apa sehingga partai tersebut hanya bersifat profit oriented. Jangan sampai ekonomi syariah juga seperti itu. Ekonomi syariah bukan berdasar profit oriented melainkan berdasar pada barokah oriented. Itu untuk kemaslahatan umat manusia, sehingga nanti Allah akan menurunkan rahmat dan barokahnya pada umat manusia,”lanjutnya.(Amri Yahya http://www.pkesinteraktif.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s