Dedikasi Untuk Menjadi Pelayan, Pengayom, dan Pelindung Masyarakat

Posted on Updated on

P1010512Menjadi polisi mungkin bukanlah cita-cita yang diidam-idamkan sebagian besar wanita. Karena apa, polisi senantiasa dilihat sebagai sebuah pekerjaan yang menuntut kedisplinan, kerja keras, dan ranah pekerjaan yang sedikit banyak menyangkut masalah kriminalitas. Namun dibalik stigma masyarakat ini ternyata di kepolisian sendiri ada tidak sedikit wanita yang ikut berjuang di dalamnya. Mereka menjadi layaknya air penyejuk yang memberikan sisi-sisi feminis, keibuan, kelembutan bahkan seksi di tengah kerasnya kerja kepolisian.
Mereka adalah Polisi Wanita atau Polwan, merekalah sebenarnya representasi riil perjuangan emansipasi wanita yang diperjuangkan R.A. Kartini puluhan tahun silam. Salah satu wanita yang sukses meniti karir di institusi kepolisian Indonesia adalah AKBP Dra. Sri Handayani, MH yang saat ini tengah menduduki jabatan sebagai Kapolres Kabupaten Karanganyar. Ditemui ditengah kesibukannya dalam pengamanan pemilu, AKBP Sri Handayani menyambut kunjungan tim Mediator dengan hangat dan ramah di tempat kerjanya, Polres Karanganyar.(7/5)
Dilahirkan di Solo, 47 tahun silam, Sri Handayani kecil sudah menunjukkan rasa ketertarikannya kepada profesi polisi. Sering mengamati tugas polisi yang membantu menyeberangkan anak-anak sekolah serta mengalami sendiri didikan displin dari seorang polisi yaitu sang ayah sendiri, melatarbelakangi keinginan kuat dirinya untuk menjadi polisi wanita. Meskipun ternyata sang ayah masih menyangsikan kemampuannya untuk dapat masuk menjadi anggota kepolisian. Namun Sri Handayani muda sudah membulatkan tekadnya dengan kuat untuk menjadi polisi.
Perjuangannya pun dimulai, setelah menyelesaikan kuliah di UNS Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Olah Raga, berbekal ijazah dan berbagai bukti prestasi diri Sri Handayani memberanikan diri mengikuti proses seleksi menjadi polisi yang sangat ketat dan menguji seluruh kemampuan yang ia miliki. “Ijasah keilmuan dari UNS menjadi salah satu faktor penting saya di terima masuk menjadi anggota kepolisian. Selain itu juga ditambah berbagai bukti prestasi saya dibidang olah raga seperti sebagai atlet nasional hingga asia dibidang olah raga atletik,” tutur Sri Handayani.
Prestasi dibidang olah raga Sri Handayani muda memang sangat mengkilap. Beberapa prestasi tersebut ia raih dalam olahraga lari 100 m dan 400 m gawang serta sapta lomba. Sejak tahun 1977 hingga 1985 Sri Handayani juga selalu tercatat sebagai salah satu atlet yang menjadi wakil Jawa Tengah di tingkat nasional. Bahkan hingga saat ini kemampuannya dibidang olah raga atletik masih saja terjaga. Terbukti tahun 2008 lalu ia berhasil meraih predikat juara 2 pada kejuaraan atletik veteran tingkat nasional di Semarang.
Disamping prestasi dibidang olah raga yang tidak perlu dipertanyakan lagi, ternyata prestasi ini juga berlanjut di bidang pekerjaan polisi yang saat ini ia tekuni. Terbukti diberbagai jabatan kepolisian yang di emban mampu ia laksanakan dengan baik. “Saya senantiasa bersyukur diberikan kekuatan untuk mampu melaksanakan tanggung jawab jabatan kerja atau pendidikan tambahan di kepolisian seperti Sespim yang diberikan kepada saya dengan baik,” jelasnya.
Seiring dengan pembenahan di tubuh Polri, eksistensi Polwan memang mulai diakui dan sedikit banyak telah mendapat peluang mengemban jabatan bergengsi di kepolisian. Perbedaan gender bukan lagi menjadi soal, baik dalam proses seleksi, pendidikan, maupun karir. Menjadi pertimbangan utama untuk naik pangkat atau jabatan adalah kemampuan, jenjang pendidikan serta profesionalisme. Prestasi terakhir yang diraih Sri Handayani dan mencorong ke publik adalah ketika dirinya menjabat sebagai Kapolres Kabupaten Sragen pada tahun 2006 hingga 2008 lalu. Tercatat pada tahun 2008 lalu Polres Sragen menjadi kesatuan polisi terbaik nomor dua se-wilayah Jawa Tengah. Berhasil mengendalikan dengan baik berbagai aksi demonstrasi masyarakat yang marak tahun kemarin di Sragen dan mengungkap kasus illegal logging sebesar 300 kubik senilai miliaran rupiah menjadi bukti prestasi kepemimpinannya.
AKBP Sri Handayani yang gemar olah raga, travelling dan musik ini mengungkapkan kunci keberhasilannya meraih prestasi dikarirnya adalah dengan senantiasa bersikap tidak menunda-nunda pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. “Selain itu pekerjaan harus dimanajemen dengan bagus, setiap anggota harus mampu diberikan motivasi untuk bekerja dengan baik sesuai tanggung jawab yang diberikan kepada mereka dan lebih penting lagi kita sebagai pimpinan harus tidak segan-segan turun ke lapangan ikut bekerja menyelesaikan tugas bersama bawahan kita,” jelas Sri Handayani.
Lantas apa suka duka yang dialami Sri Handayani ketika menjadi Polwan sekaligus Kapolres. Menurutnya dalam bertugas malah banyak suka yang ditemuinya dari pada duka, karena selama ini ia menjalankan tugas sesuai amanah, prosedural dan profesional. “Jadi polisi itu asyik lho, bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat. Apalagi bila berhasil mengungkap suatu kasus, itu akan menimbulkan suatu kepuasan tersendiri,” tutur penyuka bakso dan makanan serba direbus ini.
Sedangkan dukanya adalah jika menghadapi masyarakat yang sering tidak tahu dan melanggar hukum. Selain itu terkadang menjadi salah satu tantangannya adalah dalam menghadapi anggota yang sulit dikendalikan. Namun mantan Kasubag Prolat dan Peningkatan Personel Mabes Polri ini mengaku jika prosentasenya kecil. Ia menyatakan untuk menghadapi tantangan ini membuat ia sering mengadakan personal approach, pembinaan mental dan jasmani secara rutin kepada para personal. Pada saat-saat tertentu dirinya juga sering menyambangi para anggotanya langsung baik di berbagai fungsi kerja hingga polsek untuk melakukan sambung rasa. “Prinsipnya kami selalu menjaga kedekatan emosional, sehingga jika ada permasalahan, segera dicarikan solusi terbaiknya,” ungkapnya.
Tentang UNS
Menjalani karir saat ini sebagai salah satu pimpinan polisi berlatar belakang dari alumni UNS adalah salah satu hal yang membanggakan dirinya. “Sebenarnya masih banyak lho alumni UNS yang menjadi orang besar dan berpengaruh dibidang kerjanya, hanya saja pendataan alumni UNS saja yang belum mutakhir dan lengkap. Saya bisa ngomong seperti ini karena saya sendiri sering bertemu dengan mereka,” tandasnya. Oleh sebab itu AKBP Sri Handayani memberikan masukan untuk UNS agar segera melakukan pemutahiran data alumni secara lengkap dan terstruktur. Karena bagaimanapun menurutnya usaha ini akan menimbukan dampak positif ke depan bagi perkembangan UNS.
Selain itu penjalinan kerjasama yang intensif antara perguruan tinggi seperti UNS dan kepolisian juga mutlak untuk diwujudkan dan dikembangkan. Apalagi saat ini sering terdapat permasalahan yang menyangkut hubungan antara polisi dengan mahasiswa seperti ketika misal adanya unjuk rasa atau tindak kriminal dalam kampus. Permasalahan-permasalahan ini hendaknya bisa diselesaikan melalui cara-cara komunikasi yang terbuka dan baik. Ini semua harus dilakukan demi terciptanya suasana keamanan dan ketertiban masyarakat yang baik dan terkendali. ”Ini sesuai dengan tugas Polri yang bertindak sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sekaligus penegak hukum,” tuturnya.
Terakhir sebagai pesan bagi para mahasiswa UNS, AKBP Sri Handayani menyatakan jika pihak Polri selalu senantiasa menghormati semua usaha pernyataan pendapat. Namun seluruh usaha tersebut harus dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku dengan senantiasa menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian. Disamping itu mahasiswa juga diminta waspada dengan segala bentuk provokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan ingin menunggangi aksi-aksi positif mahasiswa untuk kemudian dirubah menjadi aksi yang anarkis, tidak kondusif dan merugikan masyarakat. (Bagus Sandi Tratama)

* AKBP Dra. Sri Handayani, MH dilahirkan di Solo 47 tahun yang lalu. Pendidikan SD hingga Perguruan Tinggi dipurnakan di kota kelahirannya. Selanjutnya menjalani pendidikan di Sekolah Perwira Militer Sukarela, 1986, Sekolah Lanjuta Perwira Polri, 1996 dan sekolah Sespim Polri, 2000-2001. Jabatan yang pernah diembannya adalah sebagai Wakapolres Jakarta Selatan, Kasubag Prolat dan Peningkatan Personel Mabes Polri, Kabag. Binkar Personel Polda Jawa Tengah, Kapolres Sragen, 2006 hingga Pebruari 2009 dan Kapolres sejak Maret 2009 hingga sekarang. (SANDI)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s