Begug Poernomosidi Bupati Wonogiri

Posted on

rezanoval
berlomba balap sepeda

Rapat Koordinasi Kehumasan se-Subosukawonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten) yang digelar di Tawangmangu awal bulan Juni ini, salah satu hasil rekomendasinya adalah menobatkan Bupati Wonogiri, Begug Poernomosidi SH, kepala daerah di wilayah itu yang paling sering menjadi bahan pemberitaan. Bisa jadi rekomendasi itu tak salah. Sebab orang nomor satu di jajaran pemerintahan Wonogiri itu juga dikenal banyak melakukan perombakan, terutama pada penanaman nilai patriotis aparatur daerah. Bagaimana sosok Begug?

Seperti apa dia melakukan tanggung jawabnya sebagai abdi masyarakat? Apa kegiatannya di luar masalah pemerintahan? Berikut petikan wawancara wartawan SOLOPOS Alvari Kunto Prabowo dengan pria yang dikenal masih memiliki kekerabatan dengan (Alm) Ny. Tien Soeharto ini di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Konsep apa yang Pak Begug ke depankan dalam memimpin Wonogiri? Jabatan sebagai kepala daearah adalah sebuah tanggung jawab yang besar bagi saya pribadi. Di balik pakaian dinas, saya memiliki banyak pekerjaan yang tujuannya adalah untuk menyejahterakan masyarakat. Terlebih dalam hal ini Wonogiri termasuk daerah cukup maju dalam perkembangan ekonominya.

Hal utama yang selalu saya tekankan adalah bagaimana menjadi seorang contoh yang baik. Akan lebih bermanfaat apabila aparatur di atas memberikan contoh keteladanan, karena tindakan itu juga akan membangun sebuah kesadaran. Selama ini banyak aparat negara yang melaksanakan tugas bukan berangakat dari sebuah kesadaran. Hasilnya pun bisa dilihat mereka bekerja giat kalau hanya ada diawasi. Inilah yang berusaha saya ubah, namun ini juga tidak akan terlaksana dengan baik apabila saya tidak dibantu oleh semua komponen aparatur yang ada di pemerintahan daerah Wonogiri. Anda dikenal sebagai orang yang suka mendalami laku spiritual, bisa dijelaskan? Tingkah laku manusia idealnya harus selalu sejalan dengan pola tingkah laku yang beradab. Saya sendiri sebagai manusia juga harus bisa menyeimbangkan apa yang akan saya perbuat.

Selain membina hubungan antara manusia dan sesamanya, saya juga memiliki kewajiban untuk membina hubungan dengan Sang Pencipta. Dari situ hubungan antara manusia dan Tuhannya bisa dijabarkan melalui jalan agama. Di luar itu saya menggabungkan apa yang disebut dengan olah spiritual sebagai penunjang dalam memudahkan hubungan dengan sang Khaliq. Bukan berarti dengan adanya laku spiritual akan mengesampingkan sebuah kenyakinan yang dianut. Justru dengan adanya laku spiritual bisa disatukan untuk membuat hati nurani semakin menyatu dengan sang kuasa. Hasil dari itu maka kita bisa mendapatkan sebuah pencerahan dan mampu menguasai keadaan emosi suasana hati agar tidak sampai berbuat yang dilarang oleh agama. Bagaimana bentuk laku yang Anda jalankan dan apa alasannya? Saya adalah orang beragama tapi kebetulan juga berasal dari Jawa. Perlu diingat, dalam adat tradisional Jawa banyak prinsip ilmu yang bisa dijadikan pegangan dalam hidup. Seperti halnya tirakat, apabila seseorang sanggup dan mampu menggabungkan kedua hal tersebut dengan baik maka akan tercipta sebuah kekuatan.

Tidak kalah pentingnya laku spiritual yang berbentuk tirakat tersebut tidak melanggar kaidah agama. Bahkan hingga saya melakulkan ibadah haji pun laku spiritual tetap saya laksanakan. Alhamdulillah, Allah mengizinkan apa yang saya lakukan. Ketika ditanya seseorang apa yang bisa diperoleh dari laku spiritual itu maka jawabannya sangat banyak. Saya baru delapan belas tahun tidak makan daging dan segala macam yang berbau ikan. Selain itu saya juga tidak pernah makan yang banyak orang konsumsi yakni nasi. Saya juga tidak melanggar pantangan untuk membunuh semua mahluk hidup hingga yang sekecil pun seperti semut. Apa yang Pak Begug peroleh dari pengembaraan laku spiritual seperti itu? Apa yang saya dapat, hakikatnya adalah agar manusia bisa dan mau menahan dirinya dari hawa nafsu. Kebanyakan orang melakukan sebuah tindakan yang melanggar norma dikarenakan mereka juga sembarangan dalam mengkonsumsi apa yang mereka makan.

Bukannya melebih-lebihkan, dengan usia saya yang sudah tidak terbilang muda lagi dan ditambah mobilitas yang cukup tinggi saya masih merasa tubuh ini menjadi lungrah. Secara garis besar, ada dua manfaat yang bisa didapatkan, yakni manfaat secara lahir di mana tubuh saya masih diberi kesehatan dan fungsi optimal. Secara batiniah tentu de ngan adanya penggemblengan diri secara optimal saya berusaha untuk terus memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta. Bagaimana Anda bisa menyelami karakter masyarakat Wonogiri yang beragam? Hal tersebut saya sadari sejak awal memimpin Kabupaten Wonogiri. Walaupun saya akui pula awal karir dimulai dari partai politik, namun ada hal yang perlu dijabarkan di sini. Kini setelah menjadi kepala daerah yang ada dalam benak saya adalah bagaimana memajukan Wonogiri. Karena itu pula kepentingan masyarakat menjadi prioritas.

Diibaratkan seorang bapak, saya kini memiliki banyak anak dengan berbagai karakter yang berbeda. Saya perlu menyelami setiap permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat, baru kemudian saya ambil tindakan penanganan. Tidak ada pembedaan warna baju yang mereka pakai. Karena semua adalah anak-anak saya, secara bersama saya berusaha mewujudkan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan mereka. Jangan sampai timbul gejolak hanya karena tidak meratanya keadilan dan kesejahteraan. Upaya Anda selaku pemimpin dalam mengatasi masalah yang terjadi di tingkat bawah?

Pertama, selaku Bupati saya juga mempunyai ambisi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan upaya yang dilakukan bisa berbentuk pemberdayaan dan pelibatan publik dalam berbagai macam program pembangunan. Itu masih ditambah dengan penggalakan aspirasi arus bawah, pemberlakuan sistem ekonomi kerakyatan. Beberapa waktu lalu kami di pemerintahan melakukan sebuah terobosan, yakni menghibahkan uang Rp 500.000 tiap RT sebanyak 6.897 RT untuk mendirikan koperasi rukun tetangga. Saya juga berusaha agar apa yang kini diraih bersama masyarakat Wonogiri bisa menjadi kenangan di masa datang. – Alvari Kunto Prabowo

BIO DATA
N a m a : BEGUG POERNOMOSIDI
Tempat / Tgl Lahir : Wonogiri, 8 Pebruari 1946
Alamat : Rumah Dinas Jabatan Bupati Wonogiri
Jl. Kabupaten No.6 Wonogiri
Telp. (0273) 321990
Agama : Islam
Pendidikan :

SR
SMP
SMA
Perguruan Tinggi
Meraih Doktor Honoris Causa dari Pacific Western University Th.1997

SEJUMLAH KEGIATAN YANG PERNAH DILAKSANAKAN ADALAH :
I. Bid. Kesenian
Pimpinan “RELUNG PAKIS” pada Lomba Dekorasi Dalam dan Luar. pada Tahun 1972 dan 1973. sebagai Juara Umum.
Panitia Pekan Wayang Indonesia III & IV Tahuin 1978 dan 1983.
Mendirikan Yayasan “SADUPI” (Sarana Duta Perdamaian Indonesia)Tahun 1984, selaku Ketua Umum.
Penyelenggara Festival Jaipong se-DKI Jakarta Tahun 1984.
Penyelenggara Festival Reog Ponorogo se-DKI Jakarta Th.1984 & 1987.
Pimpinan Misi Kesenian Indonesia (SADUPI) ke London 1985.
Pimpinan Misi Kesenian Indonesia (SADUPI) ke Chekoslovakia 1988.
Pimpinan Misi Kesenian Indonesia (SADUPI) ke India 3 (tiga) kali.
Pimpinan Misi Kesenian Indonesia (SADUPI) ke Malaysia 3 (tiga) kali.
Pimpinan Misi Kesenian Indonesia (SADUPI) ke Rusia Th.1992, 1993, 1994.
Expo 92 di Spanyol
Mengikuti Festival Kesenian di Venezuela Tahun 1993 dan 1994.
Mengikuti Tournament of Roses di Pasadena bekerjasama dengan Yayasan Bunga Nusantara. Meraih Trophy “Grand Marshall” Tahun 1994/1995.
Ketua Umum Reog se Indonesia.
Ketua Panitia Parade Akbar Reog Ponorogo se Indonesia Th.1992 & 1995.
Ketua Umum Wonogiri International Festival 2001
II. Bid. Olah Raga
Pendiri Pencak Silat “SAKURA”.
Pendiri Perkumpulan Anggar “SENOPATI”.
Ketua Penyelenggara Porseni GSNI antar Pelajar se Karisidenan Surakarta di Wonogiri dan Karanganyar.
Manager Tim Catur DKI Jakarta ke Kejurnas Catur Th.1980 & 1982.
Pengurus PERCASI DKI Jakarta periode 1980-1982.
Cief de mission Kontingen Catur Indonesia ke Kejuaraan Catur Beregu antar Kota se Asia Tahun 1981 di Hongkong.
Mendirikan YISS 80 Chess Club.
Delegasi Indonesia pada Kongres Catur Internasional (FIDE) di Atlanta 1981
Manager Tim Catur DKI Jakarta pada PON X Tahun 1981.
Ketua Panitia Grandmaster Internasional I & II Th.1982 & 1983.
Cief de Mission Kontingen Catur Ind. ke Olympiade di Swizerland Th.1982.
Cief de Mission Kontingen Catur Ind. ke Olympiade di Yunani Th.1984.
Ketua Harian PB PERCASI Periode 1982-1986.
Ketua Panitia Grandmaster Internasional Th.1988.
III. Bid. Kepemudaan
Pendiri LPPI.
Ketua Senat Fakultas Hukum Universitas Tjokroaminoto
Komandan Kompi II PTC Resimen Mahasura
Ketua Umum Rumpun Ex Resimen Mahasura
Pandu Udara Solo 09.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s