Tip GM Hotel Lorin Solo, Bambang “Benk” Mintosih

Posted on Updated on

Pertumbuhan bisnis perhotelan di Surakarta sangat pesat. Okupansi hotel-hotel ini sangat tinggi. Bagaimana strategi yang dilakukan oleh Hotel Lor In agar masyarakat familier dengan hotel sehingga mereka bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di hotel tersebut. Berikut wawancara reporter Harian Joglosemar Fajar Sodik dengan General Manager Hotel Lorin Solo, Bambang “Benk” Mintosih. 

Bagaimana manajemen Lor In menyikapi bisnis perhotelan ke depan?
Ke depan pasar Lor In tetap bagus. Memang persaingan akan ketat. Untuk menarik minat pengunjung, Lor In telah menambah berbagai fasilitas, seperti bar, memanfaatkan  garden di halaman belakang sebagai arena outbound. Tak hanya itu, untuk melakukan outbound, maka pihak manajemen Lor In juga memiliki tim khusus yang akan melayani jasa penyelenggaraan outbound.
Untuk meningkatkan okupansi dari wisatawan asing, manajemen melakukan kerja sama dengan jaringan agen wisata di Malaysia. Kerja sama tersebut merupakan yang pertama kali dilakulam oleh pengelola hotel di Surakarta. Hal itu diharapkan mampu mendongkrak tingkat hunian hotel.

Di tengah persaingan hotel yang semakin kompetitif, strategi apa yang digunakan supaya Hotel Lor In tetap eksis?
Tentunya, kami selalu melakukan pendekatan yang intensif dengan para klien. Dengan pendekatan tersebut akan timbul rasa saling berbagi rasa.
Sedangkan dalam pelayanan reservasi kamar, kami sudah melakukan pembenahan mulai dari depan ketika tamu datang. Di frontline officer kami beda dengan hotel-hotel lain. Sebab kami menyediakan tempat duduk bagi tamu yang akan melakukan reservasi. Padahal, di hotel-hotel lain, setiap kali tamu akan melakukan reservasi kamar pasti berdiri alias tidak disediakan tempat duduk.

Sampai sekarang masyarakat kelihatan kurang familier dengan hotel. Mereka beranggapan bahwa fasilitas hotel hanya diperuntukkan bagi yang menginap.
Memang sampai sekarang masih kurang familier dengan hotel. Misalnya, restoran kami sebetulnya juga terbuka bagi masyarakat umum dan mereka tidak harus menginap di hotel untuk bisa merasakan sajian masakan yang ada. Untuk itu kami mencoba melakukan berbagai terobosan agar masyarakat bersedia makan atau paling tidak mencicipi makanan di restoran kami.

Apa yang dilakukan?
Kami melakukannya dengan menggelar program promo berupa “Makan Minum Dapat Motor” dimana masyarakat yang makan di restoran kami berpeluang mendapat hadiah berupa sepeda motor.
Memang, promo tersebut baru mulai bergulir pada minggu kemarin. Akan tetapi tingkat antusiasme masyarakat untuk mencicipi menu sangat tinggi. Pada promo ini kami menyajikan sekitar 140 menu masakan, baik masakan yang berasal Indonesia, Oriental maupun Eropa. Bahkan, penyajian menu sedemikian banyak sangat jarang ditemui di hotel-hotel lainnya. Dengan demikian, diharapkan kalangan pengunjung dapat bebas memilih menu kesukaannya.
Selain itu, promo tersebut juga bertujuan untuk mengajak masyarakat, tentunya yang awam dengan restoran di hotel, untuk mulai mengunjungi dan merasakan masakan yang ada. Sebab, saat ini pengunjung restoran sebagian besar merupakan tamu yang menginap di hotel. Untuk itu, kami mencoba mengiming-imingi hadiah sepeda motor, supaya tingkat kunjungan dari masyarakat di luar tamu hotel itu meningkat tajam.

Apakah itu berhasil?
Untuk menilai tingkat keberhasilan tidak bisa dilakukan secepat ini. Tetapi paling tidak sudah ada trend peningkatan jumlah konsumen yang makan di restoran kami. Mudah-mudahan hal ini bisa terus meningkat.

Sekarang di Solo mulai bermunculan hotel-hotel baru, bagaimana menghadapi para pesaing baru tersebut?
Kami tidak perlu takut, karena kami sudah memiliki segmen pasar masing-masing. Namun, kami juga berupaya untuk selalu berlari kencang ke depan, supaya keberadaan hotel kami tidak tersalip oleh kompetitor maupun para pendatang baru. Untuk itu, kami selalu berupaya untuk melihat dengan jeli peluang-peluang pasar yang bisa dimanfaatkan.

Apakah tingkat hunian Lor In juga terpengaruh oleh faktor ekonomi, khususnya kenaikan-kenaikan harga kebutuhan pokok?
Tidak begitu terpengaruh. Sebab, segmentasi pasar kami adalah kalangan middle up, di mana kalangan tersebut tidak begitu merasakan dampak dari kenaikan harga kebutuhan pokok.(oleh Fajar Sodik)

Iklan

Satu respons untuk “Tip GM Hotel Lorin Solo, Bambang “Benk” Mintosih

    Joel Ramon said:
    Desember 21, 2008 pukul 7:45 am

    pak Bambang Mintosih, perkenalkan nama sya Joel Ramon dari Cilegon Banten.
    Bersama ini saya bermaksud menawarkan penawaran untuk penghematan BBM untuk Genset, lumayan pengiritannya hingga 30%.

    Jika Bapak membutuhkan perhitungannya nanti akan kami kirimkan, tapi kami minta data-data sebagai berikut :
    1. Kapasitas tangki BBM
    2. Berapa lama habisnya BBM atau perjam menghabiskan berapa liter.

    Trim’s
    Joel Ramon
    0817 6563 194

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s